Sampah Pasar Disulap Menjadi Pupuk Organik

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Pemkab Gunungkidul bekerja sama dengan kantor pengelolaan pasar Nglipar memanfaatkan limbah pasar menjadi pupuk organik. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pamanfaatan sampah yang selama ini tidak banyak digunakan.
Koordinator Pengelolaan Pasar Tradisional Pemkab Gunungkidul, Jaka Sulistyana, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta menjaga  lingkungan pasar dengan harapan akan mendapat keuntungan ekonomi.
“Sampah kita rubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sampah selama ini menjadi salah satu masalah utama yang ada dipasar, sehingga kita berupaya menjadikan sampah menjadi pupuk yang memiliki nilai manfaat yang tinggi,” katanya. Rabu (24/9/2014).
Melalui kegiatan itu, seluruh penghuni pasar seyogyanya mulai memandang sampah sebagai onggokan uang. Sehingga seluruh pedagang pasar tak perlu takut dengan sampah pasar yang menumpuk.
Jaka berharap kegiatan ini bisa mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebab masyarakat diajak kreatif dalam memanfaatkan sampah yang selama ini banyak dibiarkan tertidur.
Selain itu, pengembangan sampah menjadi pupuk sejalan dengan program “kabupaten bersih”. Kegiatan ini diharapkan akan mampu menekan munculnya penyakit atau wabah yang bisa ditimbulkan dari sampah yang menumpuk, terutama yang ada di pasar tradisional.
“Jika sampah dapat ditangani dengan baik, seluruh pengelola pasar akan terhindar dari bau tak sedap akibat sampah yang menggunung. Kesehatan pengunjung pasar, pedagang dan pengelola akan terjaga,” imbuhnya.
Jaka berharap, kegiatan serupa dapat juga dilakukan di seluruh pasar di Gunungkidul, sehingga permasalahan penanganan sampah di pasar yang sering meresahkan pengunjung pasar dapat teratasi. “Seperti banyak orang bilang, Pasare Resik, Rejekine Apik,” tambahnya.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar