Pelaksanaan Idul Adha 2014 Tidak Bersamaan

oleh -
iklan dispar
WONOSARI, kabarhandayani.– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Drs. Nur Abadi, MA menghimbau, masyarakat Gunungkidul agar menjaga keharmonisan dan kerukukan hidup antar umat beragama terkait perayaan Idul Adha yang tidak bersamaan.
“Pelaksanaan Perayaan Idul Adha yang tidak bersamaan jangan dijadikan masalah. Tetap kita jaga kerukunan antar umat beragama dan saling menghormati karena kerukunan modal kita untuk membangun di segala bidang,” kata Nur Abadi saat ditemui dikantornya, Kamis (25/9/2014).
Dikatakan, pelaksanaan Idul Adha 1435 di Indonesia kemungkinan dilaksanakan tidak secara bersamaan. Pemerintah menetapkan perayaan jatuh pada tanggal 5 0ktober, dan Muhammadiyah berpendirian Idul Adha (10 Zulhijah, Red) jatuh pada 4 Oktober.
Atas perbedaan tersebut, pihaknya menghimbau untuk tetap menjaga keharmonisan antar umat beragama, karena hal tersebut merupakan salah satu kekuatan utama untuk membentengi diri dari berbagai bentuk provokasi dan upaca memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Ini modal kita bersama yang perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan, sekaligus memberikan dampak besar bagi kemajuan pembangunan disegala bidang,” katanya. (Juju/Tty).

Komentar

Komentar