Safari Tarawih Pendopo Kabupaten: 5 Ciri Manusia Taqwa

oleh -
Safari tarawih di Sewoko Projo Wonosari. KH/Gemma.
iklan dispar
Safari tarawih di Sewoko Projo Wonosari. KH/Gemma.
Safari tarawih di Sewoko Projo Wonosari. KH/Gemma.

WONOSARI, (KH), — Bupati, Wakil Bupati, para pejabat unsur Muspida, PNS Pemkab Gunungkidul, karyawan BUMN/BUMD, dan masyarakat berkumpul di Bangsal Sewoko Projo untuk mengikuti safari tarawih bersama dalam dua hari, 18-19 juni 2015.

Setelah adzan isya berkumandang, bergegas melaksanakan solat isya berjamaah yang diimami oleh ustad Drs KH Zamari, kemudian diikuti solat tarawih 11 rakaat.

Selanjutnya setelah solat tarawih usai, dilanjutkan acara sambutan dari para pejabat Muspida Kabupaten Gunungkidul. Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto dalam sambutannya menghimbau kepada masyarakat agar di bulan suci ini senantiasa menjaga kambtimas. “Mari kita menjalin tali silaturahmi antara Polri, TNI, dan masyarakat agar terwujud masyarakat yg aman dan tertib,” katanya.

Sementara pengisi pengajian Drs KH Zamari memberikan siraman rohani kepada para jamaah mengenai memaknai puasa dengan menjadi manusia taqwa.

“Jika kita sebagai umat Islam setelah berpuasa tidak mendapatkan predikat taqwa berati kita “mlethis” (gagal, bagaikan nasi yang tidak matang).” jelasnya.

Indikasi yang penting dari taqwa terdapat di surah Al Imron 134. Ciri orang taqwa tersebut antara lain: pertama, mau membelanjakan hartanya saat kepepet maupun tidak (infaq), kedua, mampu menahan emosi, sedangkan yang ketiga, menjadi seorang pemaaf, selanjutnya ciri orang taqwa yang keempat, senang berbuat baik, “entengan” atau “seneng gawe becik“, kemudian yang terakhir, adalah orang yang cepat bertaubat. jika melakukan kesalahan, ketika dikoreksi itu mapan.

Pada akhir ceramahnya, Zamari mengungkapkan, “Semoga kita mampu memfungsikan ibadah puasa kali ini untuk berubah pada sikap yang lebih baik.” (Gemma).

Komentar

Komentar