Safari Tarawih Bupati Gunungkidul Pertimbangkan Zona Aman

oleh -
sunaryanta
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. (KH/Edi Padmo)

WONOSARI, (KH),– Pandemi Covid19 masih belum berakhir. Pada bulan Ramadhan kemarin, hampir semua kegiatan ibadah Ramadhan di Masjid ditiadakan. Tahun ini, berdasar Surat Edaran Menteri Agama RI, ada kelonggaran pelaksanaan ibadah Ramadhan dengan berbagai syarat Protokol Kesehatan.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta beberapa waktu lalu menyampaikan, pada momen bulan Ramadhan ini, dia ingin lebih dekat dengan masyarakat dengan mengadakan Safari Tarawih ke Masjid-masjid di Gunungkidul.

Sunaryanta mengatakan, bahwa keinginan mengagendakan Safari Tarawih ini, berdasar pertimbangan bahwa kepatuhan masyarakat Gunungkidul terhadap Protokol Kesehatan sudah semakin baik.

Menyikapi agenda Bupati Gunungkidul tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono menyebutkan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan konsep Safari Tarawih bagi Bupati.

“Karena Ramadhan tahun ini masih dalam suasana Pandemi, tentu Safari Tarawih bagi Bupati akan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya,” terang Drajad, Senin(12/4/2021).

Drajad menerangkan bahwa jika sebelumnya Safari Tarawih di lakukan per Kapanewon, tahun ini hanya diagendakan maksimal dua kali untuk tiap kelompok masyarakat.

“Lokasinya pun akan berbeda antara satu dengan lainnya, misal dengan kelompok A di zona utara, yang B di zona selatan,” kata dia.

“Kami membuat konsep Safari Ramadhan Bupati agak berbeda, terutama dengan pertimbangan zona kerawanan COVID-19 per wilayah,” lanjut Drajad.

Zona-zona kerawanan Pandemi per wilayah ini menurut Drajad, akan jadi penentu wilayah mana saja yang bisa dikunjungi sebagai lokasi Safari Tarawih.

“Kami sudah mempersiapkan ini secara matang, termasuk koordinasi¬† dengan berbagai pihak akan kami lakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta juga mengatakan, bahwa dia akan melonggarkan kegiatan Ramadan bagi masyarakat.

“Dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang baik,¬† masyarakat Gunungkidul mulai bisa kembali melaksanakan acara buka puasa bersama,” ujarnya kepada media.

Sunaryanta menilai, secara umum masyarakat Gunungkidul sudah mulai paham dan disiplin dalam melaksanakan Prokes. Masyarakat sudah mulai terbiasa dan sadar pentingnya kepatuhan terhadap Prokes untuk pencegahan penyebaran virus.

Sunaryanta juga menyebut, bahwa menurut laporan yang dia terima, kasus baru COVID-19 di Gunungkidul walau masih bertambah tapi angkanya semakin terkendali.

“Tapi tetap kami tekankan, walau sudah dilonggarkan, penerapan Prokes tetap wajib, semua tentu berharap Pandemi segera berlalu, dan keadaan akan normal kembali,” pungkasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar