Saat Melintas Di Bawah Pohon Jati Pasutri Tersambar Petir, Satu meninggal

oleh -
Petugas Kepolisian memeriksa barang bukti di tempat kejadian. foto: Humas Polsek Ngawen
iklan dispar
Petugas Kepolisian memeriksa barang bukti di tempat kejadian. foto: Humas Polsek Ngawen
Petugas Kepolisian memeriksa barang bukti di tempat kejadian. foto: Humas Polsek Ngawen

NGAWEN, (KH)— Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Ngawen memakan korban. Selasa (04/10/2016) petang di wilayah Padukuhan Sumberan, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen terjadi hujan lebat disertai petir. Tumilah (61) warga setempat menjadi korban sambaran petir hingga meninggal dunia.

Disampaikan Kapolsek Ngawen, AKP Tri Wibowo, sebelum kejadian korban bersama suaminya, Pujo Suwarno pulang dari menjenguk orang sakit. Turun dari mobil rombongan keduannya lantas berjalan masuk ke jalan setapak/ gang menuju rumahnya.

Berhubung hujan deras terjadi, korban mengenakan satu payung bersama suaminya, saat melintas dibawah pohon jati, petir menyambar hingga membuat keduannya terpelanting.

“Kemungkinan besar yang tersambar petir pohon jati, tegangan yang kuat dari sambaran petir itu juga mengenai keduannya,” terang Tri Wibowo menyimpulkan hasil keterangan warga dan pengamatan dilokasi kejadian.

Lanjutnya, salah satu korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuhnya. Sementara itu, suami korban  harus menjalani perawatan medis di RS Tegalyoso, Klaten.

Sementara itu, dengan adanya bencana tersebut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Budiharjo berpesan, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan disertai petir terjadi.

“Jangan berteduh di gubuk atao dibawah pohon. Begitu ada tanda-tanda lebih baik segera pulang ke rumah,” pesan dia. (Kandar)

Komentar

Komentar