Rumah Mbah Painem Dibedah

oleh -
kadhung tresno

TEPUS, kabarhandayani.– Rumah yang berdinding bambu ini tidak layak disebut rumah. Lebih mirip dengan gubuk reyot yang ditopang sana-sini dengan kayu. Dindingnya bukan tembok melainkan bambu yang sudah usang dimakan rayap. Atap rumah ini pun sudah rapuh menampakkan rumah yang sangat memprihatinkan dan tak layak huni
Atas alasan itu, tergeraklah hati sekumpulan warga Gunungkidul yang tergabung dalam Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (Ikaragil) untuk memberikan bantuan kepada pemilik rumah tersebut. Mereka melakukan bedah rumah terhadap rumah tersebut.
“Sebelumnya kita menyeleksi 3 rumah di Desa Purwodadi dan rumah milik Mbah Painem ini yang paling masuk kriteria untuk dibedah,” ungkap Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Jogja Ikaragil, Widodo pada Kamis (17/7/2014).
Lanjut Widodo, Mbah Painem (70) merupakan janda yang hidup sendiri di rumahnya yang terletak di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Dengan mengerahkan 2 personil Ikaragil dan 5 tukang, mereka melakukan bedah rumah untuk dibuat semi permanen.
Widodo memaparkan, rumah tersebut akan dibangun dengan luas 6×8 metes persegi. Pembedahan dilakukan selama satu minggu, dimulai sejak Minggu (13/7/2014) dan ditarget akan selesai pada Minggu (20/7/2014).
“Nanti pada tanggal 20 Juli 2014 akan dilakukan serah terima kunci kepada Mbah Painem dan dihadiri oleh perangkat desa setempat,” tambahnya.
Widodo menambahkan, dana untuk melakukan pembedahan ini sejumlah 14,5 juta. Dana tersebut didapat dari para sukarelawan yang tergabung dalam Ikaragil.
“Ini rumah keempat yang kita bedah, semoga dengan ini dapat membantu warga yang membutuhkan dan Mbah Painem dapat lebih nyaman tingggal di rumah barunya nanti,” pungkas Widodo. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar