Rukiyem Tidur Di Kandang

oleh -
Kandang yang dijadikan tempat tinggal sementara. Foto: Kandar
iklan dispar
Kandang yang dijadikan tempat tinggal sementara. Foto: Kandar
Kandang yang dijadikan tempat tinggal sementara. Foto: Kandar

PLAYEN, (KH) — Di tengah perasaan bahagia karena rumahnya mendapat program bedah rumah dari Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (Ikaragil), Rukiyem (82) beserta anak dan cucunya harus bersabar. Selama rumahnya belum selesai direhab, Rukiyem besrta anak dan cucunya harus rela tidur di kandang sapi.

“Ditutup terpal dahulu, untuk dijadikan tempat tinggal sementara waktu sekitar seminggu. Kalau sudah jadi, pindah ke rumahnya yang baru,” kata pemilik kandang tetangga Rukiyem.

Rukiyem yang sudah renta dan pikun, tidak mudah untuk diajak berbincang. Begitu pula dengan anaknya. Gangguan jiwa yang dideritanya tidak memungkinkan untuk diajak berbagi mengenai kisah hidupnya.

Melalui Jumiyanto (17), cucu Rukiyem, KH dapat mengetahui sedikit cerita hidup keluarganya selama ini. Jumiyanto berkisah, bersama ibu dan neneknya tinggal di rumah kecil dengan kondisi memprihatinkan dan sangat tidak layak. Di sudut Padukuhan Ngleri lor, dibalik rimbunya semak dan pepohonan Jumiyanto beserta keluarga mengandalkan rumah mungil berdinding bambu yang sudah jebol di beberapa bagian.

Dialah tulang punggung keluarga sejak kecil. Disertai belas kasih tetangganya Jumiyanto harus berjuang keras mencukupi kebutuhan makan tiap hari. Kerja serabutan seperti jadi buruh bangunan, ia lakoni.

Terpaksa, harus ia kubur dalam-dalam niat untuk mendapatkan ijazah SMP. Upaya yang dilakukan dengan membanting tulang, tidak cukup jika dibagi dengan biaya kebutuhan sekolah. “Pilih keluar pas kelas 1. Kerja buruh bangunan untuk makan ibu dan nenek,” kata Jumiyanto, Kamis, (15/1/2015).

Suwarno, Pembina Ikaragil Yogyakarta berharap, setelah¬† penyelesaian bangunan rumah akan disusul adanya bantuan lanjutan dari donatur yang bersifat pemberdayaan. “Mudah-mudahan ada solusi. Mungkin nanti ternak kambing, atau apa supaya dipelihara,” ucap Suwarno. (Kandar/Tty).

Komentar

Komentar