RPH Mulo Panen Kayu, Penanaman Ulang Diganti Jati JUN

oleh -
Hasil penebangan di RPH Mulo dan areal penanaman kembali dengan tanaman jenis ohon jati JUN. KH/ Kandar.
iklan dispar
Hasil penebangan di RPH Mulo dan areal penanaman kembali dengan tanaman jenis ohon jati JUN. KH/ Kandar.
Hasil penebangan di RPH Mulo dan areal penanaman kembali dengan tanaman jenis ohon jati JUN. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH)— Rumah Pemangku Hutan (RPH) Mulo akhir-akhir ini sedang melaksanakan panen atau penebangan kayu. Penebangan hutan kawasan RPH Mulo yang berada dibeberapa petak hutan ini melibatkan warga sekitar.

Sebelum pelaksanaan penebangan, seperti biasa dilaksanakan kenduri, sebagaimana kenduri pada umumnya, pelaksanaan kali ini dilengkapi dengan sajian ayam ingkung. “Hal ini merupakan tradisi warga lokal, sembari berdoa dan memohon agar aman selama penebangan,” kata Wardiyo Mantri Hutan RPH Mulo, Minggu, (28/8/2016).

Ia uraikan, penebangan kayu kawasan hutan yang masuk  Bagian Daerah Hutan (BDH) Paliyan ini, telah selesai mencapai 111 Hekar. Tepatnya berada di petak 157, 158, dan 160. Kemudian dilanjutkan di petak 153.

“Luas yang akan ditebang selanjutnya kurang lebih 21,9 hektar, kemudian penanaman ulang kita bekerjasama dengan perusahaan dengan produk bibit Jati Unggul Nusantara (JUN),” imbuh Wardiyo.

Diinformasikan, hutan dibawah kewenangan Dinas kehutanan DIY ini, khususnya di RPH Mulo memiliki lahan 10 petak dengan luas 748 Hektar, terdiri dari petak 151 hingga 160. Jenis tanaman kayu yang ditanam antara lain jati, akasia, dan mahoni.

“Penanaman ulang sudah di mulai di petak 157 kawasan hutan Mojo Jerit, apabila tidak ada perubahan, bibit jati JUN akan ditanam secara menyeluruh pada 1000 Hektar kawasan BDH Paliyan dan BDH Panggang,” ungkap Wardiyo. (Kandar)

Komentar

Komentar