Rencana Lokasi Pemukiman Pengemis dan Gelandangan Pindah

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Program pemukiman untuk gelandangan dan pengemis yang rencananya akan dibangun di lahan Desa Girisuko, Kecamatan Panggang mengalami perubahan. Program tersebut rencananya akan didirikan lokasi baru di Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pemindahan lokasi baru akan menggunakan Sultan Grond (SG). Pemindahan sendiri dilakukan karena terkendala pembebasan lahan serta kurang stategisnya lokasi pemukiman di Desa Girisuko.
“Rekomendasi penggunaan lahan baru sedang kita koordinasikan dengan dinas terkait (Departemen Kehutanan),” kata Sultan usai menghadiri Syawalan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, di Sewoko Projo, Senin (25/8/2014) lalu.
Menurut Sultan, meski pembangunan pemukiman akan dilaksanakan di atas tanah SG, tetap harus ada persetujuan dari pihak kehutanan. “Harus ada rekomendasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” papar HB X.
Jika rekomendasi dari Departemen Kehutanan didapat, Sultan mengaku program Desaku Menanti akan segera dimulai.  Pembangunan pemukiman akan menggunakan lahan seluas 5 hektar di kawasan hutan yang berada di Desa Karangasem.
Upaya pembebasan lahan yang ditunjuk sebagai lokasi pertama, menurut Sultan cukup sulit. Akibat permasalahan tersebut, diputuskan lokasi pemukiman dipindah. Pemda DIY tidak mau mengambil risiko. Bila program ini tidak terlaksana di akhir tahun, maka bisa menjadi catatan buruk bagi pemda.
“Udah pake SG aja, tidak usah mikir pembebasan tanah dan lain-lain, wong anggaran juga sudah ada,” terang Sultan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna menyerahkan segala keputusan terkait program tersebut ke Pemda DIY. Pasalnya, program tersebut ditangani Pemda DIY dengan Kementerian Sosial. (Juju/Tty).

Komentar

Komentar