Ratusan Sepeda Onthel Meriahkan Kirab Kepek

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani.—Ratusan orang dengan sepeda kayuh tua (Onthel) memadati halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkiudl, Sabtu (20/9/2014) siang. Setelah dilepas oleh Kepala Desa Kepek, Bambang Setiawan, peserta berbondong-bondong, mengayuh sepeda ontelnya menuju Balai Desa Kepek, Wonosari.
Sebagai peserta, Kirab budaya dalam tangka bersih desa (Rasulan) Desa Kepek, Wonosari ini, Pecinta sepeda onthel bukan hanya hadir untuk ikut menggowes, tetapi juga mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih baik.
“Kami sepakat dan berkomitmen menjaga budaya, Santun, Sehat dan Hemat Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan mengajak masyarakat Gunungkidul mencintai sepeda,” ujar Sesepuh Komunitas, Sutrisno, seusai acara.
Setelah menggowes kurang lebih 2 km, di sepanjang jalan yang dilalui kirab, pecinta sepeda onthel yang tergabung dalam “Onthel Platuk”, terus memberikan wacana kepada masyarakat dengan mengusung sebuah banner sebagai wujud peduli lingkungan.
Dalam pengarahan singkatnya, Sutrisno terus memberikan wacana bahwa bersepeda sarat akan nilai budaya, kesehatan dan manfaat bagi lingkungan hidup.
“Saya dan teman-teman senang bisa hadir di sini. Karena kegiatan ini dapat meningkatkan hidup sehat, menambah pengetahuan sejarah, dan kesadaran untuk merawat lingkungan, tentunya melalui sepeda,” kata Sutrisno.
Sementara, Kepala Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Bambang Setiawan, mengungkapkan, kirab budaya dalam rangka bersih desa diikuti 10 Padukuhan yakni, Padukuhan Sumber Mulyo, Bansari, Kepek I, Kepek II, Kranon, Tegal Mulyo, Trimulyo I, Trimulyo II dan Ledoksari dan Jeruk Kepek.
“Masing-masing padukuhan membuat gunungan dengan dana swadaya masyarakat untuk dibawa ke Balai Desa,” kata Bambang.
Dia menambahkan, berbagai acara untuk menghibur masyarakat dihadirkan dalam rangka memeriahkan bersih desa, mulai dari Pentas Ketoprak, Kesenian Reog dan berbagai perlombaan. Bambang menambahkan, kegiatan bersih desa akan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit.
“Bersih desa ini sebagai perwujudan rasa syukur kepada sang pencipta, atas kesejahteraan, keselamatan dan hasil panen yang melimpah,” pungkas Bambang.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar