Puluhan Tahun Setia Sebagai Pengrajin Blangkon Mataram

oleh -
iklan dispar

SEMANU, kabarhandayani.— Blangkon merupakan penutup kepala tradisional yang dipakai oleh kalangan pria Jawa atau Sunda. Dibuat dari bahan kain, motif, serta warna dan gaya yang tergantung dari daerah, status sosial.

Blangkon bukan hanya sebagai penutup kepala tradisional kalangan pria Jawa atau Sunda saja , tetapi blankon juga dimaknai sebagai nilai seni dan sopan santun suatu kelompok atau status sosial.

Sejak tahun 1970, Sosro (66) telah menggeluti usaha pembuatan blangkon di rumahnya Padukuhan Clorot 05/47, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Gunungkkidul dengan ciri khas blangkon Mataraman. Dengan peralatan sederhana yang Ia gunakan pada saat itu beliau membuat blangkon, sedang untuk pemasaran disetorkan ke Yogyakarta.

”Di saat mulai usaha, dulu saya harus keliling ke toko-toko untuk menawarkan blangkon saya, tetapi sekarang saya sudah keteteran untuk menerima pesanan,” cerita Sosro sambil mengerjakan blangkon di rumahnya Kamis (3/7/2014).

Sosro menjelaskan, dengan dibantu 5 orang karyawanya , Ia memproduksi blangkon-blangkon pesanannya. Mulai dari instansi pemerintah, pamong desa, kelompok kesenian, dan pesanan perorangan mencapai 100-150 buah setiap bulannya.

”Dengan peralatan yang kurang memadahi dikarenakan dari 5 mesin jahit yang ada, 2 diantaranya rusak, sehingga mempengaruhi dalam proses produksi,” ujar Sosro.

Jenis blangkon yang Ia buat adalah jenis blangkon Mataraman dan sesekali juga membuat blangkon gaya Suroboyonan (Madura) dengan kisaran harga antara Rp 70.000,00 yang paling rendah, sampai harga Rp 200.000,00 dengan hasil kualitas terbaik dan terhalus.

Bapak dua orang anak ini mengungkapkan ”Kedua anak saya tidak ada yang meneruskan atau menuruni bakat pembuatan blangkon saya, jadi saya tidak tau siapa yang akan meneruskan usaha ini. Mereka (anak-anaknya) lebih suka buruh di kota daripada meneruskan usaha rintisan saya,” ujarnya sembari terus menyelesaikan blangkon-blangkon yang sudah dipesan.

“Grup campursari kondang seperti Campursari Gunungkidul (CSGK) pimpinan Alm. Manthous dan SRGK (Sido Rukun Gunungkidul) pimpinan Dhimas tedjo itu kalau pesen blangkon di tempat saya,” pungkasnya. (Jhody/Hfs)

Komentar

Komentar