Porkab IV Gunungkidul, Resmi Dibuka

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI,kabarhandayani.– Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Gunungkidul kembali digelar. Porkab digelar sebagai kompetensi untuk menguji kemampuan para atlet dari masing-masing kecamatan. Pembukaan Porkab Kabupaten Gunungkidul IV digelar di Stadion Gelora Handayani Jeruksari Wonosari, Senin (22/9/2014).
Ketua Panitia Porkab IV Gunungkidul, Supardi, SPd mengatakan, untuk tahun 2014, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul mempertandingkan 18 Cabang Olah Raga (Cabor). Pelaksaan Porkab akan dilaksanakan selama 8 hari.
Tempat pelaksanaan Porkab Gunungkidul 2014 tidak disentralkan di satu tempat, melainkan memakai beberapa tempat di Gunungkidul, di antaranya Stadion Gelora Handayani, Lapangan Karangrejek, Gedung Kesenian, Gedung Serba Guna, Bangsal Sewoko Projo, SMA Pembangunan Wonosari, Lapangan Futsal Karangmojo, Kolam Renang Mulo, dan GOR Kodim 0730, Gunungkidul.
Supardi menjelaskan, 18 cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain: Sepak Bola, Atletik, Drumband, Bulutangkis, Sepak Takraw, Basket, Karate, Catur, Brigde, Voli Indor, Voli Out Door, Renang, Pencak Silat, Tenis Meja, Futsal, Gulat, Taekwondo, dan Dansa.
“Porkab tahun ini diikuti oleh 1656 atlet dari 18 kecamatan dan 144 official, keberadaan venue baru seperti Gedung Serba Guna diharapkan dapat memaksimalkan pelaksanaan,” ujar Supardi, seusai pembukaan di Stadiun Gelora Handayani, siang tadi.
Sementara saat pembukaan berlangsung, defile peserta dari 18 kontingan kecamatan berjajar memberikan sambutan pada pelaksanaan upacara. Acara juga dimeriahkan dengan tarian kolosal yang diikuti ratusan pelajar dari beberapa SMA/SMK di Gunungkidul. Tak hanya itu,para undangan dan kontingen dari kecamatan juga disuguhi berbagai atraksi menarik.
Sementara Ketua Koni Gunungkidul, Drs Jarot Budi Santosa dalam sambutanya mengajak para atlet menjadikan Porkab 2014 sebagai tempat untuk mengukir prestasi, pihaknya juga berharap pelaksanaan Porkab sebagai ajang mempererat tali persatuan dan persaudaraan.
“Pembangunan olahraga di tingkat kabupaten akan terus kita lakukan, di samping untuk menjaga kesehatan, olahraga dapat menanamkan nilai nilai moral. Prestasi yang diraih atlet tidak mungkin diraih dengan menggunkan jalan pintas, butuh pembinaan yang sistematis dan berjenjang,” ungkapnya. (Juju/Tty).

Komentar

Komentar