Populasi Lalat Di TPA Baleharjo Menjadi Perhatian

oleh -

WONOSARI, (KH) —Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaaan Umum Gunungkidul, terus melakukan pengendalian populasi lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Baleharjo, Wonosari. Pengendalian populasi lalat dilakukan dengan penyemprotan insektisida agar lalat tidak merebak dan menimbulkan penyakit di masyarakat.

 

Kepala UPT Kebersihan dan Pertanaman, DPU Gunungkidul, Giyatno mengatakan, penyemprotan dengan  insektisida oleh petugas dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Semprotan ini diharapkan dapat membunuh induk lalat beserta larva-larvanya.

 

“Memasuki musim penghujan penyempotan lebih kita intensifkan. Kita khawatir jika penanganan tidak segera dilakukan, ledakan populasi lalat akan masuk hingga perkampungan warga.”, katanya, Jumat (14/11/2014).

 

Dalam melakukan penyemprotan, DPU Gunungkidul hanya menggunakan alat manual seperti yang digunakan petani untuk menyemprot serangga disawah. Pihaknya belum mempunyai alat modern yang dapat menyemprot kawasan TPA dengan volume yang besar.

 

“Penyemprotan dilakukan secara manual, karena kita belum memiliki alat pemnyempot yang modern, masih menggunakan tangki yang dipompa.”, ulasnya.

 

Sementara, Rusdi, petugas yang menangani penyemprotan lalat menjelaskan, penyemprotan dilakukan tiga kali dalam seminggu sebab, jika terlalu sering dilakukan, lalat semakin kebal dan sulit dibunuh dengan insektisida.

 

“Obat yang digunakan untuk menyempot, yakni Densis yang dicampur obat serangga. Lalat ini memang menjadi masalah utama kami saat musim hujan.”, paparnya.

 

Ia berharap, selain melindungi para pemulung yang setiap harinya menggantungkan hidupnya di area TPA Baleharho, langkah penyemprotan juga diikuti dengan pola hidup sehat. Selain itu pihaknya menekankan kepada semua penghuni TPA untuk tetap menjaga hidup sehat.

 

Menurutnya, pengendalina populasi lalat ini akan terus dilakukan untuk mewujudkan Tempat Pembuanga Akhir sampah yang ramah lingkungan. “JIka penyemprotan ini telat dilakukan, lalat akan menyerang siapa saja yang berada di kawasan TPA.”, pungkasnya. (Juju/Tty)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar