Petugas KUA Gadungan Diamankan Polisi

oleh -
iklan dispar

donasiWONOSARI,(KH)— BNS warga Padukuhan Tahunan Desa Karang Duwet Paliyan tergolong beraksi nekat. Demi mencari uang untuk kepentingan pribadi, pria berumur 41 tahun ini nekat melakukan penipuan ke sejumlah warga dengan berkedok meminta sumbangan pembangunan masjid.

Untuk melancarkan aksinya, BNS ini mengaku bekerja sebagai petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA). Tidak hanya itu, untuk meyakinkan korban, ia sengaja membuat proposal permohonan bantuan masjid palsu lengkap dengan cap lembaga yang dipalsukannya.

Beruntung, aksi penipuan berkedok permohonan umbangan masjid tersebut diketahui seorang warga Desa Wareng Wonosari yang bernama Daryati. Agar korban penipuan tidak bertambah banyak, Daryati melaporkan perbuatan BNS tersebut ke Polres Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim AKP Herry Suryanto mengatakan, penangkapan BNS dilakukan atas laporan dari Daryanti. BNS telah diamankan polisi pada 22 Februari lalu. Saat mengamankan pelaku, polisi juga menemukan barang bukti berapa proposal pembangunan masjid, stempel dan kendaraan yang dipakai untuk menjalankan perbuatannya.

“Modus yang dilakukan pelaku ini seperti takmir masjid yang meminta bantuan untuk pembangunan masjid. Pelaku datang kerumah-rumah dengan berbekal proposal,” kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Herry kepada wartawan, Kamis (5/3/2015).

BNS mengaku, dirinya nekat melakukan aksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Uang hasil penipuan ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk membiayai pendidikan anaknya. Kini lelaki paruh baya ini mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

“Sekitar 10 juta saya dapat dari hasil menipu ini, saya kapok, tidak akan saya ulang,”ungkap BNS sembari menunduk menyesali perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Juju)

Komentar

Komentar