Petani Tanjungsari Panen Perdana Padi Inpari 42 di Lahan Kering

oleh -
Panen padi di Tanjungsari. (dok. DPP)

TANJUNGSARI, (KH),– Akhir Januari 2021 para petani lahan kering zona selatan sudah mulai memanen hasil tanaman padi. Seperti halnya Poktan Sida Makmur, Dusun Walik Angin, Ngestirejo Tanjungsari pada Senin (26/1/2021) kemarin. Panen perdana tanaman padi di Gunungkidul ini mengundang Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul.

Kepala DPP, Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto saat hadir bersama PPL Kapanewon Tanjungsari dan perwakilan petani melaksanakan ubinan panen padi perdana lahan kering ini.

Dari hasil ubinan mendapatkan 3,8 kilogram gabah kering panen, atau jika dikonversikan menjadi 6,08 Ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar. Sebanding dengan 4,93 ton GKG (Gabah Kering Giling) per hektar.

“Saya mengapresiasi hasil panen padi Inpari 42 di lahan kering yang diusahakan poktan Sida Makmur dengan hasil yang bagus mencapai 6,08 ton GKP per Ha atau 4,93 GKG per Hektar. Sebenarnya padi Inpari 42 adalah jenis padi sawah, namun di Gunungkidul padi sawah ini bisa ditanam di lahan kering dan berhasil panen dengan hasil di atas rata-rata produktivitas padi lahan kering nasional maupun di kabupaten. Rata-rata produktivias padi lahan kering nasional masih 3 ton per hektar, sedang rata-rata profitas kabupaten Gunungkidul 4,6 ton per hektar,” kata Ir.Bambang Wisnu Broto.

Ir. Bambang Wisnu Broto menambahkan, padi Inpari 42 merupakan varietas unggul baru nasional dengan umur tanaman 112 hari. Rata-rata produksi di lahan sawah 7,11 ton per Hektar dengan potensi bisa mencapai 10,58 ton per Hektar.

Nurochim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ngestirejo Kapanewon Tanjungsari menjelaskan, padi Inpari 42 tahan terhadap kresek dan patah leher padi yang menjadi hama utama tanaman padi selama ini. Hal tersebut terlihat dari keragaan tanaman yang sehat sampai panen.

Wahyudi, STP, Koordinator PPL Tanjungsari, berharap padi Inpari 42 bisa dikembangkan lebih lanjut untuk masa tanam yang akan datang, karena daya adaptasi di lahan kering sangat bagus.

Sadikin, Ketua Poktan Sido Makmur Dusun Walik Angin Ngestirejo Tanjungsari melaporkan, padi Inpari 42 merupakan benih bantuan pemerintah tahun 2020 yang ditanam pada bulan Oktober musim hujan 2020/2021.

Luasan yang ditanami padi Inpari 42 oleh Poktan Sido Makmur mencapai 10 Hektar. Sedangkan luasan tanaman padi gogo di dusunnya secara keseluruhan mencapai 29 Ha.

“Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan benih dari pemerintah. Harapanya poktan Sido Makmur dusun Walik Angin Kalurahan Ngestirejo Tanjungsari memohon bantuan alat mesin berupa traktor roda dua (TR2) tipe kecil untuk membantu pengolahan lahan,” harap Sadikin.

Dari laporan utama Kementerian Pertanian di musim pertama tahun 2021 luas tanam padi Gunungkidul mencapai 48.104 Hektar. Untuk padi gogo zone selatan mulai panen akhir Januari 2021 dan secara keseluruhan panen raya padi mulai Febuari hingga Maret 2021. Bantuan benih pemerintah khusus untuk padi gogo di Gunungkidul mencapai seluas 5000 Hektar yang ditanam di musim hujan pertama tahun 2020/2021. Selebihnya merupakan tanaman swadaya petani tersebar di seluruh Kapanewon di Gunungkidul. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar