Petani Gagal Panen Korban Cuaca, Diusulkan Dapat Bantuan

oleh -
Lahan pertanian di Gunungkidul. KH/ Kandar
iklan dispar
Lahan pertanian di Gunungkidul. KH/ Kandar
Lahan pertanian di Gunungkidul. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH),– Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunung Kidul, Azman Latif, mengungkapkan pada masa tanam tahun ini ada 10 hektare tanaman yang rusak dari 48 ribu hektare luas tanaman keseluruhan.

“Petugas Kami sudah mendata, ada sekitar 10 hektare tanaman rusak akibat kekeringan, kebanyakan di zona selatan,” katanya, Selasa, (16/2/2016).

Penyebab utama kerusakan, jelas Azman, adanya anomali cuaca, sempat sekitar kurang lebih sebulan hujan tidak turun, padahal tanaman sedang membutuhkan air yang cukup.

Sebagai upaya untuk meringankan beban tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul berencana mengusulkan korban gagal panen untuk mendapat bantuan. Dikatakan Ketua DPRD Suharno, SE, pihaknya ikut prihatin dengan rusaknya lahan pertanian tersebut.

“Sedang dalam pembahasan bantuan apa yang akan diberikan, usulan sudah kami sampaikan ke Pemkab dan pihak terkait,” ujarnya.

Bentuknya, bantuan ini merupakan bantuan tanggap bencana, alasannya, hal ini untuk mensikapi adanya aturan bahwa penerima bantuan/ hibah harus berbadan hukum.

“Kalau yang gagal panen diberikan bibit lagi untuk menanam ulang, ini jelas tidak mungkin karena saat ini sudah msauk pertengahan musim hujan,” kata Azman Latief lagi.

Bagi petani yang lahannya saat ini terserang hama, Azman Latief menghimbau untuk melapor, agar Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dapat segera bertindak supaya korban gagal panen tidak bertambah. (Kandar)

Komentar

Komentar