Perempuan Desa Bedoyo Bersemangat Menjadi Pengrajin Batik

oleh -
Tahap proses pewarnaan oleh peserta. Foto : Gemma
kadhung tresno
Tahap proses pewarnaan oleh peserta. Foto : Gemma
Tahap proses pewarnaan oleh peserta. Foto : Gemma

PONJONG, (KH) — Pusat Layanan Usaha Terpadu Yogyakarta (PLUT) pada Rabu, (22/04/15) mengadakan Program pelatihan Pengembangan Usaha Berbasis Masyarakat (C-BED) bertempat di balai Desa Bedoyo, Ponjong. Peserta yang mengikuti program tersebut adalah kalangan perempuan yang ingin menjadi pengrajin batik, yang sebelumnya pernah mengikuti pelatihan membatik yang difasilitasi oleh perpustakaan Gelis Pintar.

PLUT Yogyakarta memberikan dampingan kepada fasilitator desa, yakni saudara Dian untuk mendampingi kegiatan membatik ini, PLUT juga memberikan rangsangan berupa pemberian peralatan, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membatik, seperti kompor, wajan, panci, canting, kain, dan lain sebagainya.

Program C-BED yang diusung PLUT, memanfaatkan pengetahuan yang sudah ada di masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman di mana pelajaran dapat diterapkan pada pengalaman usaha nyata yang dihadapi oleh peserta, Seperti yang dialami para peserta yang sudah mendapatkan ilmu dasar membatik, sehingga program ini dapat dijalankan sesuai dengan harapan.

“C-BED tidak memerlukan kehadiran ahli eksternal, cukup anggota masyarakat melek huruf yang dibutuhkan untuk memperkenalkan modul dan menjaga waktu. Jadi, metodologi C-BED menyajikan sebuah peluang pengembangan keterampilan dalam lingkungan yang tidak tersedianya guru dan instruktur. Terutama di daerah-daerah terpinggirkan dan daerah pasca-konflik atau bencana.” Ungkap Imam salah satu fasilitator dari PLUT.

Kemandirian dari peserta yang berkomitmen ingin menjadi pelaku usaha batik, baru mulai teruji setelah kegiatan dari PLUT selama satu hari ini usai. Pelatihan membatik yang dilaksanakan kedua kalinya untuk peserta perempuan Bedoyo ini, masih didampingi oleh pengrajin batik yaitu Dwi dan Guntur; tentor pengrajin batik dari Desa Kepek, Wonosari.

“Sehingga untuk selanjutnya peserta diharapkan mampu menerapkan apa yang sudah diajarkan oleh mas Guntur dan mbak Dwi, secara mandiri dalam belajar membuat batik,” Kata Dian selaku Fasilitator desa.
Melihat antusiasme peserta, Dian bersyukur kegiatan pelatihan membatik ini berjalan dengan lancar. “Peserta cukup antusias dan aktif mengikuti kegiatan ini. Bersyukur, karena pihak perangkat desa mulai membuka diri dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Dian juga berterimakasih atas dukungan dari Plut jogja yang telah memfasilitasi kegiatan yang diprakarsai oleh perpustakaan Gelis Pintar. ”adanya rangsangann dari Plut semoga bisa bermanfaat untuk kelompok batik Desa Bedoyo, serta dapat menggaet pihak lain terutama pihak desa untuk turut serta berperan dalam pengembangan usaha batik di Desa Bedoyo ini.” kata ibu satu anak ini.

Selain itu, Dian berharap kerja sama yang terjalin antara PLUT DIY, Perpuseru, dan pengrajin batik akan terus berkelanjutan. “sehingga kelompok batik ini mampu menjadi kelompok batik yang mandiri. Produk batik kami bisa memiliki nilai jual, sehingga tujuan dari program perpuseru untuk mningkatkan kualitas hidup masyarakat bisa terwujud.” Harapnya. (Gemma)

 

Komentar

Komentar