Penulis Novel Mini GK Sedang Patah Hati?

oleh -
Mini GK dan karyanya Pameran Patah Hati. Foto: Tuti Hendro.
iklan dispar
Mini GK dan karyanya Pameran Patah Hati. Foto: Tuti Hendro.
Mini GK dan karyanya Pameran Patah Hati. Foto: Tuti Hendro.

WONOSARI, (KH),– Benarkah penulis novel Mini GK sedang kasmaran dengan seseorang dan akhirnya patah hati? Penulis muda produktif ini sampai bulan Maret telah menelorkan 4 buah novel yang laris diminati semua kalangan pembaca, dan terutama segmen anak muda.

Dihubungi KH pada Senin (16/3/2005), Darmini, gadis berusia 24 tahun yang tinggal di Plembon Kidul Logandeng Playen ini menyatakan kegembiraannya, karena ia baru saja pulang dari kantor pos untuk mengirimkan novelnya yang ke-4 yang berjudul Pameran Patah Hati. Di tengah berbagai kegiatan kepenulisan, ia memang tidak lupa menyempatkan diri mengirimkan buku ke pembaca yang membeli langsung darinya.

Novel ke-4 berkelir cover warna coklat tersebut berkisah tentang dunia remaja, lebih spesifik lagi remaja dewasa dengan segala kegalauan dalam masalah asmara. Darmini menuturkan, bahwa buku tersebut ditulis dalam waktu kurang lebih sebulan. “Tetapi butuh waktu satu tahun dari menulis sampai dengan proses terbit dalam bentuk buku,” ujarnya.

Mini melanjutkan, novel Pameran Patah Hati dengan subtitel Luka yang Harus Kau Tukar ini adalah novel bergenre teenlit. “Meski menyasar segmen anak muda, novel ini menjadi bacaan menarik dari kalangan manapun dan usia berapa pun. Rangkaian isi, seluruhnya bercerita tentang kehidupan anak remaja masa kini. Tentang cinta, kegalauan, dunia sekolah, persaudaraan, patah hati dan cara move-on,” imbuhnya.

Dalam menggarap naskah, Mini mengaku tidak terlampau menghadapi kesulitan. Ini karena ide novel ini ditulisnya kejadian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dunia anak remaja memang gampang untuk diangkat ke dalam novel atau film. Novel ke-4 ini tidak melupakan unsur sopan-santun atau unggah-ungguh budaya dalam masyarakat. Ini yang menjadi ciri khas tulisannya.

Dalam novel ini, Mini nampaknya ingin mengajak para pembaca, utamanya para remaja dan remaja dewasa agar tidak terjebak Cuma iku-ikutan pada dunia ataubudaya baru tanpa memahami maknanya. Novel ini ditulis mengalir apa adanya, sehingga tak ada kesan atau gaya menggurui. Pembaca justru diajak mengunyah dan merasakan makna di balik cerita yang tersaji.

Ada kesan yang sangat kuat yang ingin disampaikan Mini, bahwa siapa pun mesti senantiasa menebar kasih kepada sesama manusia. Apabila terlanjur patah hati, ada baiknya mengerti bahwa patah hati bukanlah akhir dari kehidupan. Ada sebuah quote yang patut disimak dalam buku tersebut: “Jika kita tidak bisa melupakan mantan, itu bukan karena kita tidak mampu melakukannya, melainkan karena kitalah yang masih berusaha mengingatnya.”

Mini menceritakan kepada KH, beberapa waktu lalu novel ini di-endorse oleh Grup Band Jikustik. “Mereka bilang, novel Pameran Patah Hati ini asyik, menarik, bikin galau. Pokoknya harus baca,” ujarnya.

Novel ini diterbitkan PING, lini dari Divapress. Buku setebal 204 halaman, bobot 179 gram dan dimensi 13×19 cm ini baru akan tersedia di toko buku se-Nusantara mulai awal April mendatang. Buku ini dibanderol seharga Rp 36ribu. Buat pembaca yang ingin segera mendapatkan saat ini juga, bisa memesan langsung kepada Mini Gk yang bisa dikontak via fb, tweet, atau email. “Buku yang dipesan langsung dapat bonus tanda tangan saya,” ujar Darmini. (Andriani).

Komentar

Komentar