Penerimaan Rekor MURI Lebih Meriah Dengan Kembang Api

oleh -
Cak Dikin menerima penghargaan Rekor MURI Campursari 90 Jam. KH/ Edo
kadhung tresno
Cak Dikin menerima penghargaan Rekor MURI Campursari 90 Jam. KH/ Edo
Cak Dikin menerima penghargaan Rekor MURI Campursari 90 Jam. KH/ Edo

WONOSARI, (KH)— Pemecahan rekor muri pentas musik campursari di Alun-Alun Wonosari yang dimulai sejak 21 Mei pada pukul 21.00 WIB hingga tanggal 25 Mei pukul 21:00 WIB resmi ditutup. Dengan begitu, Rekor Muri diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Campursari Gunungkidul, dan seniman campursari indonesia yang diselenggarakan selama 90 jam non stop.

Ariani Siregar perwakilan dari MURI mengatakan, Dengan terselenggaranya Campursari 90 jam nonstop ini, maka secara resmi mematahkan rekor nasional sebelumnya yang dipegang Kodam IV Diponegoro saat menggelar campursari selama 73 jam di Korem 074/Warastratama pada 2014 lalu .

“Semoga muncul rekor-rekor baru untuk seni Campursari, tak hanya di Gunungkidul tetapi ditempat-tempat lain,” Jelasnya, Rabu (25/5/2016) Malam.

Rekor baru yang dipegang oleh Pemkab Gunungkidul ini masuk dalam museum rekor indonesia pada urutan yang ke 7446. Dalam kegiatan penutupan Campursari tersebut juga digelar pesta kembang api untuk memeriahkan suasana.

Cak Dikin mengaku bangga atas rekor tersebut, ia berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat. “Berkat kerja keras teman-teman seniman, dukungan seluruh panitia dan donatur target ini dapat tercapai,” ucapnya.

Salah satu penonton, Wasiran (65) mengatakan, penutupan campursari ini dinilai cukup meriah, panitia yang menambahkan adanya kembang api dapat menarik lebih banyak penonton.

“Penonton penuh, saya dan keluarga terhibur,” kata Wasiran. Dalam kesempatan tersebut , Ariani Siregar menyerahkan piagam penghargaan MURI kemudian diterima oleh Cak Dikin. (Edo)

Komentar

Komentar