Penduduk Bedoyo Andalkan Sektor Pertambangan Batu

oleh -
Pertambangan batu di Bedoyo Semanu. Beberapa truk tengah mengangkut batu. Foto : Ulfah.
iklan dispar
Pertambangan batu di Bedoyo Semanu. Beberapa truk tengah mengangkut batu. Foto : Ulfah.
Pertambangan batu di Bedoyo Semanu. Beberapa truk tengah mengangkut batu. Foto : Ulfah.

SEMANU, (KH) – Ketika memasuki daerah Bedoyo, maka kita akan melihat banyak sekali pertambangan batu di sana. Pertambangan batu tersebut ada yang dimiliki oleh PT maupun perseorangan. Penduduk sekitar sangat terbantu dengan banyaknya pertambangan di daerah mereka.

Selain membutuhkan banyak pekerja, penduduk yang memiliki gunung juga dapat menjual gunung mereka untuk diambil batunya. setelah lahan yang sudah rata dan tidak berbentuk gunung lagi, lahan tetap menjadi milik mereka, dan bisa dipergunakan lagi, seperti untuk didirikan rumah atau yang lainnya.

Seperti yang diungkapkan Bekti (24), penduduk sekitar yang ditemui KH, saat sedang melihat aktivitas pertambangan bersama dengan anaknya.

“Penduduk sini sebagian besar, ya, kerjanya di pertambangan. Selain dekat dengan rumah, gajinya juga besar. Lumayan, bisa memenuhi kehidupan sehari-hari di desa”, tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Setiawan (24), salah satu penduduk sekitar yang ditemui (KH) saat sedang istirahat. Setiawan merupakan salah satu karyawan yang bekerja di PT. Sugih Alam salah satu pabrik pertambangan batu yang terdapat di daerah Bedoyo.

“Saya bekerja dari jam 07:00 pagi dan pulang jam 15:00 sore. Gaji di sini lumayan besar, ikut UMR Gunungkidul sekitar 1 juta lebih per bulannya”, tutur Setiawan.

Penduduk sekitar banyak diuntungkan karena adanya pertambangan batu tersebut. Mereka tahu kalau banyak resiko yang akan ditumbulkan. Para pekerja harus was-was dan berhati-hati saat bekerja di pertambangan batu ini.

“Bekerja di sini memang banyak resikonya. Setiap hari kena debu dan bisa berakibat ke pernapasan. Tapi, mau gimana lagi ?. Kalau kerja di pertambangan batu seperti ini, sudah konsekunsinya seperti itu”, lanjut Setiawan. (Ulfah Nur Azizah/Tty)

Komentar

Komentar