Pedagang Selongsong Ketupat Mulai Menjamur di Wonosari

oleh -
Foto : Atmaja
iklan dispar
Foto : Atmaja
Foto : Atmaja

WONOSARI, (KH) — Beberapa pedagang selongsong ketupat mulai menjamur di beberapa titik kota Wonosari. Omzet penjualan mereka cukup tinggi, karena permintaan dari konsumen yang meningkat jelang hari raya Idul Fitri.

Ari Susanto, salah satu pedagang selongsong ketupat dadakan mengatakan, permintaan selongsong ketupat meningkat sejak H-3 kemarin. Rata-rata pembeli adalah pemudik yang sudah tiba di Gunungkidul.

“Satu iket selongsong ketupat dijual seharga Rp 7000 yang berisi 10 selongsong ketupat,” katanya, Rabu (15/07/2015).

Dikatakan oleh Ari, sejak kemarin (14/07) penjualan selongsong ketupat sudah laku terjual. Sesuai dengan lebaran tahun 2014 pembeli akan lebih ramai H-1 menjelang lebaran. “Selongsong ketupat dibuat sendiri. Selongsong ketupat dapat bertahan dua hingga tiga hari,” imbuh pedagang yang berada di depan bank BRI Wonosari.

Sementara, Siyanto seorang pedagang bungkus yang berada di pasar Argosari Wonosari mengaku, permintaan selongsong ketupat pada lebaran tahun ini lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu. Saat memasuki H-2 menjelang lebaran ia dapat menjual hingga 100 ikat selongsong.

“Pada H-2 tahun lalu hanya laku 70 ikat selongsong,” ucapnya.

Ia memprediksi permintaan selongsong ketupat lebih tinggi pada H-1 mendatang. Pasalnya pengalaman tahun lalu untuk permintaan selongsong paling tinggi pada H-1 menjelang lebaran.”Tetap membuat cadangan untuk dijual pada 3 hari kedepan mengingat permintaan cukup besar pada lebaran tahun 2015 kali ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Nanik salah satu pembeli mengungkapkan, tradisi di keluarga setiap lebaran membuat ketupat sebagai hidangan khas yang harus ada setiap lebaran. Menurutnya, saat ini selongsong ketupat sudah banyak dijual, sehingga keluarga tidak perlu repot membuat sendiri.

“Adanya pedagang selongsong ketupat dadakan tersebut sangat membantu konsumen, karena butuh waktu untuk membuat satu per satu selongsong ketupat,” ujarnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar