PDAM Gunungkidul: IPA Sungai Oya Mampu Aliri Air Bersih Area Playen

oleh -
Intsalasi Pengolah Air Bunder milik PDAM Gunungkidul. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Intsalasi Pengolah Air Bunder milik PDAM Gunungkidul. Foto: Atmaja.
Intsalasi Pengolah Air Bunder milik PDAM Gunungkidul. Foto: Atmaja.

PLAYEN,(KH) — Upaya PDAM Gunungkidul membangun IPA (instalasi pengolah air) di Bunder tidak mengalami kendala berarti. Air bersih yang diolah dari air baku Sungai Oya tersebut didistribusikan ke pelanggan PDAM di area Playen, antara lain Desa Gading, Banaran, dan Ngleri.

Meskipun terkadang Sungai Oya mengalami banjir, penggunaan filter di IPA Bunder berhasil mengolah dari air keruh yang ada di Sungai Oya menjadi jernih sebagaimana yang terdistribusikan ke rumah-rumah pelanggan.

“IPA Bunder bisa beroperasi secara maksimal dengan kapasitas 40 liter per detik,” ucap Dirut PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto.

Ia menambahkan, untuk pemrosesan di IPA Bunder menggunakan tenaga listrik PLN. Pihak PDAM juga melakukan pengecekan derajad kekeruhan air setiap hari. “Jika terjadi banjir, pengecekan kekeruhan semakin rutin dilakukan agar dapat melakukan penyetelan pengolahan sehingga tingkat kejernihan air tetap baik,” imbuhnya.

Menurutnya, derajad kekeruhan air baku di Sungai Oya dalam kisaran 780 NTU, setelah diolah dalam IPA PDAM menjadi 1,8 NTU. Sementara itu, derajad keasaman atau PH air bersih yang siap didistribusikan dari IPA Bunder dalam kisaran 7,4. Parameter kualitas air yang dihasilkan dari IPA tersebut, menurutnya sudah cukup baik untuk air yang bisa dikonsumsi setelah di masak terlebih dahulu.

Kondisi Sungai Oya yang tetap mengalir saat musim kemarau menjadi salah satu pendukung bahan baku air di IPA Bunder dapat terus beroperasi. “Sampai saat ini belum terdapat kendala air yang surut di sungai Oya tersebut,” ujarnya.

Dari air baku Sungai Oya, IPA Bunder milik PDAM mampu mendistribusikan air bersih sebanyak 3.450 meter kubik selama 24 jam. Sementara ini, instalasi tersebut baru beroperasi 8 jam, karena dengan jam operasional tersebut sudah mampu memenuhi jumlah pelanggan yang ada saat ini. Ia menegaskan pula, penambahan kapasitas akan dilakukan seiring dengan penambahan sambungan pelanggan baru di wilayah Gading.

“Kita manfaatkan dahulu air yang ada disekitar kita seperti sungai, karena sumur bor merupakan cadangan air untuk kehidupan mendatang,” pungkasnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar