Pasar Trowono, Pasar Terbesar di Kawasan Selatan Gunungkidul

oleh -
Aktivitas perdagangan di Pasar Trowono Paliyan. Foto: Kandar.
kadhung tresno
Aktivitas perdagangan di Pasar Trowono Paliyan. Foto: Kandar.
Aktivitas perdagangan di Pasar Trowono Paliyan. Foto: Kandar.

PALIYAN, (KH)— Pasar Trowono yang terletak di Padukuhan Trowono A Desa Karangasem Paliyan merupakan pasar tradisional yang memiliki volume perdagangan terbesar di antara beberapa pasar lain di kawasan selatan Gunungkidul.

Beroperasi paling ramai pada hari pasaran Kliwon, membuatnya penuh sesak oleh pembeli pada hari pasaran tersebut. Sedikit berbeda pemandangan yang nampak pada Kamis, (16/4/2015), dikarenakan semakin menipisnya hasil panen (palawija) milik petani, sehingga pasar terkesan sepi.

Menurut penuturan Mantri Pasar Sutarmanto, hal tersebut menjadi faktor dominan daya beli masyrakat yang nota bene sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. “Panenan sudah mulai habis, masyarakat enggan ke pasar,” katanya saat ditemui di ruangan tempatnya bertugas.

Selain ketersediaan hasil panen petani, ia menyampaikan, faktor ramai tidaknya pasar disebabkan oleh beberapa hal, seperti misalnya menjelang berlangsungnya tradisi bersih desa (rasulan) yang dilaksanakan dalam satu wilayah tertentu (se-desa atau se-padukuhan). Disamping itu juga keramaian meningkat saat  menjelangnya perayaan hari besar keagamaan.

Masih menyoal keramaian pasar, semakin banyaknya armada jasa angkut barang membuat turun jumlah pengunjung untuk langsung menjual hasil panen masyarakat ke pasar. Adanya jasa angkut barang membuat bermunculan para pedagang palawija berskala kecil yang langsung membeli hasil panenan ke rumah para petani di desa-desa atau pelosok padukuhan. Para pedagang kecil baru akan membawa hasil pembelian tersebut ke pedagang besar dalam tempo waktu tertentu ke Pasar Trowono. “Setelah tahun 1990-an hingga awal 2000-an, saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 30-40 % saja petani yang langsung membawa hasil panen ke pasar,” jelasnya.

Pasar Trowono secara umum memiliki ketersediaan barang dagangan yang sama dengan pasar lain. Untuk wilayah selatan, pasar ini cenderung lebih komplit, seperti sembako, sayuran, pakaian, peralatan rumah tangga, alat sekolah, alat pertanian, dan lainnya.

Sejak dahulu, lanjut Sutarmanto, jumlah pedagang didominasi berasal dari luar wilayah daripada penduduk pribumi, seperti dari Bantul dan Klaten. Dia memperkirakan, sekitar 65% pedagang berasal dari luar, jumlah tersebut sudah tidak termasuk pedagang dari luar yang akhirnya menetap tinggal di Padukuhan Trowono dan sekitarnya sejak puluhan tahun yang lalu.

Di Pasar Trowono terdapat sedikitnya 5 juragan besar yang menampung hasil panen, baik dari petani secara langsung maupun tengkulak kecil. Terdapat pula tempat belanja grosiran bagi pedagang atau warung-warung kecil yang berada di wilayah Saptosari dan Paliyan bagian selatan. Barang dagangan yang sampai di pasar ini merupakan kerjasama antar pedagang dari luar wilayah, dan juga dibawa langsung oleh sales distributor perusahaan atau pembuat produk. (Kandar).

Komentar

Komentar