Pamit Cari Udara Segar, Warga Semin Gantung Diri

oleh
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.

SEMIN, (KH)— Kajadian bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Senen, seorang perempuan berusia 80 tahun warga Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, tindakan tersebut dilakukannya karena sakit yang diderita tak kunjung sembuh.

Kapolsek Semin, AKP Haryanta mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada Minggu malam (02/02/2020) sekitar pukul 23.00 WIB. Bermula saat korban mengeluh kesakitan pada pinggangnya dan berpamitan kepada anaknya hendak ke luar rumah untuk mencari udara segar.

“Anak korban kemudian berniat menyuruhnya untuk masuk dan beristirahat,” kata AKP Haryanta, Senin (03/02/2020).

Lanjut Kapolsek, saat anaknya berada di luar rumah kaget melihat korban gantung diri di teras rumah. Ia berteriak hingga membuat warga sekitar berdatangan.

“Mendapatkan laporan tersebut kami langsung perintahkan anggota untuk ke lokasi kejadian dengan tim medis,” terang Kapolsek.

Berdasar penelusuran, sebelumnya korban sempat mendapat perawatan di rumah sakit usai terjatuh saat mencari rumput. Sebelum peristiwa bunuh diri terjadi, korban sempat mengeluh sakitnya kambuh.

Adapun dari hasil pemeriksaan bersama petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, kejadian tersebut murni bunuh diri.(Red)

***

Catatan Redaksi:

1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.

2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.

3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Komentar

Komentar