Nelayan Sadeng Nekat Pasang Jaring dalam Jarak 1 km dari Karang

oleh -
Nelayang pancing sedang menangkap ikan. Foto : Rado
iklan dispar
Nelayang pancing sedang menangkap ikan. Foto : Rado
Nelayang pancing sedang menangkap ikan. Foto : Rado

GIRISUBO, (KH) — Menteri Kelautan beberapa waktu lalu melarang nelayan memasang jaring dalam jarak kurang dari 5mil atau 6km. Larangan menteri kelautan ternyata tidak dihiraukan oleh nelayan Sadeng. Terlihat ada nelayan yang memasang jaring dalam jarak 1km dari karang.

Nelayan memasang jaring di sekitar Pantai Sedahan dan Pantai Ngungap. Karang yang ada Pantai Sedahan dan Pantai Ngungap merupakan lokasi ideal bagi para nelayan pemancing.

Nelayan pemancing sangat terganggu dengan adanya jaring dan pelampungnya. Saat ikan memakan umpan nelayan pemancing, sering kali ikan tersangkut jaring. Terpaksa tali pancing harus diputus karena pancing tidak bisa ditarik lagi.

Menurut para nelayan pemancing, mereka hanya memiliki lokasi di seputaran Sadeng, sedangkan nelayan perahu dapat mencari ikan di banyak tempat. Nelayan pemancing hanya memiliki tempat pemancingan terbatas, yaitu di karang; itupun tidak semua karang bisa buat tempat memancing.

Para nelayan pemancing berharap agar nelayan perahu tidak terlalu menepi saat memasang jaring; dan setelah selesai agar pelampung jaring juga ikut diangkut. Jadi tidak mengganggu.

“Ket mbiyen mas, nek nelayan prau ki ra tau pangerten; pasang jaring minggir minggir. lha, jatahe wong mancing ning ngendi ? Aku yo golek butuh go ngingoni anak bojo” ungkap Sunar salah satu nelayan pemancing saat ditemui KH Sabtu (1/3/2015).

Menurut Menteri Kelautan, larangan memasang jaring dalam jarak 5 mil dari karang dengan alasan agar ikan dan lobster dapat berkembang biak di sekitaran karang. Jika nelayan terus menerus menankap ikan dengan jaring di pinggiran laut atau dekat karang, lama lama ikan dan lobster akan habis. Jarak kurang dari 5 mil atau 6 km hanya diperuntukkan untuk nelayan pemancing. (Rado/Tty)

Komentar

Komentar