Menengok Desa Pesisir Barat Gunungkidul

oleh -
Kesenian Panembromo Desa Giricahyo memberikan hiburan kepada Tim Penilai. KH/ Kandar
iklan dispar
Kesenian Panembromo Desa Giricahyo memberikan hiburan kepada Tim Penilai. KH/ Kandar
Kesenian Panembromo Desa Giricahyo memberikan hiburan kepada Tim Penilai. KH/ Kandar

PURWOSARI, (KH)— Sebagai wakil Kecamatan Purwosari, Desa Giricahyo, Kamis, (14/4/2016) mendapat giliran evaluasi dari Tim Penilai Lomba Desa tingkat Kabupaten. Sujoko, Ketua Tim beserta rombongan yang datang disambut berbagai kesenian yang ada.

Dipaparkan Kades Giricahyo, Suparyana, Secara administrative Desa Giricahyo terdiri dari 7 padukuhan, diantaranya, Padukuhan Gabug, Wuni, Karangtengah, Jurug, Nglumbung, Jati, dan Jambu. Wilayah yang berbatasan langsung dengan laut selatan topografi wilayahnya berbukit-bukit terjal, dataran alvusial, karst, lembah karst, dan struktur tanah bergelombang.

“Kegiatan perekonomian masyarakat didominasi oleh pertanian, mencapai 67 persen dari seluruh mata pencaharian yang ada,” ungkapnya.

Sub sektor hasil pertanian berupa tanaman pangan dan palawija, meliputi, Padi, Jagung, Kacang dan Kedelai. Pergerakan barang dan jasa selain hasil pertanian juga terdapat pada sektor hasil hutan rakyat, perkebunan dan peternakan.

Perdagangan barang terutama hasil tani Desa Giricahyo lebih berkiblat ke Kabupaten Bantul, yakni Pasar Ngangkruk, Pasar Paing dan Pasar Pundong. Hal tersebut dikarenakan akses pergerakan ekonomi lebih mudah terjangkau ke wilayah Bantul.

“Potensi lain adalah kerjasama pengelolaan lokasi wisata minat khusus terbang layang/ gantole di Gupit sebelah timur Pantai Parangtritis, dan wisata Goa Langse,” tambah Suparyana.

Setelah mengunjungi beberapa wilayah dengan potensi dan kegiatan masing-masing, berada di balai desa setempat, rombongan disuguhi beberapa kesenian, diantaranya, seni tetembangan jawa Panembromo, karawitan, Sholawatan, seni tari dan paduan suara. (Kandar)

Komentar

Komentar