Melihat Pentas Wayang Beber, Warisan Seni Eksentrik Di Gunungkidul

oleh -
Pertunjukan Wayang Beber Remeng Mangun Jaya di Padukuhan Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. KH/ Kandar.
iklan golkar idup fitri

Kesulitan Regenerasi Dan Perawatan

Sebagaimana diungkapkan Wisto Utomo bahwa regenerasi khususnya dalang yang memainkan wayang beber agak sulit. Salah satu kendala yang disebutkan yakni tidak adanya perangkat gamelan untuk latihan.

“Kami pernah mengajukan ke Dinas Kebudayaan DIY belum membuahkan hasil,” keluh Wisto.

Sementara ini, saat pentas Wayang beber, Wisto bertindak sebagai pembantu dalang. Dirinya yang membantu kelancaran dalang mementaskan wayang. Ia biasa mempersiapkan dan menggelar gulungan wayang. Sedangkan dalang, dengan alat bantu kayu penunjuk sepanjang 1 meteran menceritakan gambar wayang.

“Saya juga berniat dapat menjadi dalang. Anak saya saat ini juga giat berlatih. Saya berharap, kelak saya dapat memainkan wayang, begitu juga dengan anak saya meski berjenis kelamin perempuan,” harap Wisto.

Selain mengalami kendala regenerasi, perawatan wayang beber juga dinilai tidak mudah. Disebutkan, setiap tanggal 1 bulan Sura selalu diadakan ritual tumpengan. Sementara untuk pengawetan wayang, di dalam kotak, diantara gulungan dan di atas kain wayang diberi bulu burung merak.

Waktu pemberian bulu merak tidak tentu, biasanya diberikan atau ditambahkan ketika bulu merak mulai habis karena melapuk. Wisto biasanya meminta kepada tamu atau pengunjung untuk membantu mengupayakan bulu merak tersebut.

“Saya berharap pihak terkait bersedia memperhatikan sekaligus memberi solusi mengenai kendala yang saya hadapi,” harap Wisto lagi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar