Lansia di Purwosari Akhiri Hidup

oleh -
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.

PURWOSARI, (KH),– Lelaki lansia warga Kapanewon Purwosari, N mengakhiri hidup Selasa (16/3/2021). Pihak Polsek dan medis di wilayah setempat melakukan penelusuran dan pemeriksaan usai memperoleh laporan.

Kapolsek Purwosari, AKP Ismanto menginformasikan, peristiwa bunuh diri secara gantung diri diketahui tetangga korban. Mulanya tetangga korban mencari keberadaan korban yang sebelumnya pergi mencari pakan ternak.

Sementara itu, tetangga yang lain melihat pakan ternak yang sebelumnya dikumpulkan korban telah berada di pinggir jalan. Para tetangga itu lantas menduga, aktivitas korban mencari pakan ternank telah selesai.

“Saksi-saksi kemudian mendatangi kediaman korban untuk mencari keberadaannya. Mereka lantas melihat korban dalam kondisi gantung diri,” kata Kapolsek.

Keduanya kemudian bergegas melakukan upaya penyelamatan. Namun, upaya yang dilakukan tidak berhasil. Korban akhirnya menemui ajal.

“Korban ditinggal mati sang istri satu tahun yang lalu. Kami dapat informasi hal tersebut mengakibatkan korban depresi. Semenjak istri meninggal, korban tinggal satu rumah bersama anak dan menantu,” terang AKP Ismanto.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap jasad korban, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat gantung diri. (Kandar)

***

Catatan Redaksi:

  1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
  2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.
  3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar