Kuota Rekruitmen Bekerja Melalui BKK Buana Mandiri Masih Kurang

oleh -
iklan dispar
bkk2
Salah satu proses rekruitmen oleh perusahaan di SMKN 1 Saptosari. Foto:Kandar

SAPTOSARI,(KH) — Bursa Kerja Khusus (BKK) Buana Mandiri SMKN 1 Saptosari saat ini masih menunggu tambahan peminat/peserta seleksi rekruitmen disalah satu perusahaan bidang otomotif ternama. Hal tersebut di utarakan Kepala BKK Buana Mandiri, Janu Triwahyudi, S Pd, Jum’at (27/3/2015).

Diketahui, BKK Buana Mandiri SMKN 1 Saptosari sedang intensif melakukan komunikasi dengan salah satu perusahaan otomotif terkait peluang pemasaran lulusan. Dirinya sudah melayangkan surat permohonan (proposal) agar MoU dengan perusahaan dalam hal rekruitmen karyawan dilaksanakan di SMK segera terealisasi.

Dikatakan, komunikasi yang di lakukan saat ini mengenai kuota jumlah peserta yang diinginkan oleh perusahaan adalah 300 peserta. Dirinya sudah menyampaikan informasi peluang tersebut kepada siswa dan juga alumni, hingga saat ini baru ada sekitar 50 pendaftar yang berminat mengikuti seleksi.

“Kita masih menunggu tambahan peserta rekruitmen sesuai permintaan perusahaan, melalui media ini sekaligus kami sampaikan sebagai informasi kepada masyarakat, tidak hanya lulusan dan alumni SMK sini saja, tetapi juga bagi lulusan manapun dengan catatan memenuhi syarat,” ujarnya.

Perihal persyaratan, lanjut dia, calon peserta rekruitmen harus memenuhi beberapa ketentuan diantaranya; umur maksimal 23 tahun dan belum menikah, merupakan lulusan dengan jurusan Teknik Otomotif dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Selain mengharuskan jumlah pendaftar sebanyak 300 peserta, Perusahaan juga memberikan persyaratan kepada sekolah, seperti ketersediaan tempat yang memadai dan juga proses tidak memberatkan calon peserta.

“Maksud dari tidak memberatkan peserta dalam hal ini bahwa selama proses tidak dipungut biaya apapun, silahkan siapa saja yang memenuhi persyaratan ikut mendaftar, mengenai informasi bisa datang langsung ke SMKN 1 Saptosari atau mengunjungi akun Facebook Buana Mandiri. April mendatang akan ada visitasi dari HRD ke sekolah untuk cek segala sesuatunya,” pungkas Janu. (Kandar)

Komentar

Komentar