Konsekuensi UU Keistimewaan, Camat Jadi Panewu Kades Jadi Lurah

oleh -
Pelantikan Lurah di Bangsal Sewoko Projo. (KH/ Kandar)

Lebih jauh disampaikan, upaya strategis sebagai respon terhadap keistimewaan DIY dibidang pemerintahan juga menyangkut peraturan perundangan di tingkat Kalurahan harus ditetapkan peraturan Kalurahan, menyangkut sususan organisasi dan tata keloka pemerintahan sebagai dasar ketugasan serta melantik pamong kalurahan untuk urusan pelaksanaan pemerintahan pembangunan dan pelayanan umum.

Dalam kesempatan pelantikan dirinya mengapresiasi seluruh lurah yang melakukan berbagai terobosan dan bersungguh-sungguh melakukan pencegahan penulasan COVID-19.

Dirinya kembali mengingatkan, agar pemberdayaan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali ditingkatkan dan serius digarap.

“Sektor-sektor strategis yang layak dikembangkan di Gunungkidul diantaranya pariwisata, pertanian, peternakan dan perikanan,” kata dia.

Terpisah, Ketua Paguyuban Lurah, Semar Gunungkidul, Bambang Setyawan mengutarakan, salah satu implikasi dari UU Keistimewaan DIY tersebut salah satunya terkait dana keistimewaan (Danais). Ia katakan, karena secara kelembagaan terjadi perubahan di tingkat desa sesuai UU Keistimewaan, maka akan terjadi pula perubahan salah satunya tentang pengelolaan danais. Nanti, ujar Bambang, danais  akan ditransfer ke rekening desa masing-masing.

Sehingga, semua desa akan mendapatkan alokasi danais. “Berbeda dengan pola sebelumnya, saat ini tidak semua desa mendapatkan danais tersebut,” kata Bambang. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar