Kirab Budaya Desa Wonosari, Tidak Dilombakan

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Ribuan warga masyarakat dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara memadati sepanjang jalan Kolonel Sugiyono atau depan Rumah Dinas Bupati Gunungkidul hingga jalan Pramuka Depan Balai Desa Wonosari, Rabu (25/6/2014).

Mereka rela berdiri berjam-jam untuk menyaksikan arak-arakan gunungan. Acara kirab budaya ini digelar sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan acara bersih desa yang digelar oleh pemerintah Desa Wonosari. Acara kirab yang dimulai pukul 13.30 WIB dimulai dari depan Rumah Dinas Bupati dan berakir di halaman Balai Desa Wonosari.

“Acara kirab tahun ini tidak kita lombakan,” kata Wisnutoyo, Ketua panitia Bersih Desa (Rasul) Desa Wonosari saat ditemui disela menyaksikan kirab. Pantauan wartawan, warga dan wisatawan berdiri menunggu di sepanjuang trotoar selama satu jam sebelum acara dimulai.

Rombongan kirab dimulai dari arak-arakan bregodo lombok abang kemudian diikuti oleh barisan perangkat Desa Wonosari, Selanjutnya rombongan Padukuhan Ringinsari dikuti Padukuhan Purbosari, Gadungsari, Madusari, Pandansari, Tawarsari, dan Jeruksari.

Masing-masing padukuhan membawa gunungan yang diarak oleh tokoh masyarakat setiap padukuhan. “Acara kirab tahun ini hanya diikuti beberapa perwakilan masyarakat setiap padukuhan, intinya kirab ini mengarak gunungkan yang akan diserah terimakan di Balai Desa,” tambah Wisnutoyo.

Puncak rangkaian acara bersih Desa Wonosari akan digelar pertunjukan wayang kulit, dengan menampilkan Ki Dalang Wisnu Adisugito dari Yogyakarta yang akan membawakan lakon Wahyu Kayumanik Imandiyo Tlutuh Kumilosari. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar