Ketika Puasa Bau Mulut Dapat Diminimalisir

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, kabarhandayani.–Orang yang melaksanakan puasa seringkali mengalami masalah bau mulut. Dengan alasan itu, terkadang orang-orang merasa kurang nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain.
dr. Dewi Irawaty, dokter umum yang kini menjabat sebagai sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menjelaskan, bau mulut ketika berpuasa merupakan hal yang lumrah. Hal tersebut tidak dapat dihindari tetapi dapat diminimalisir.
“Berdasarkan keyakinan mereka  yang menjalankan puasa, bau mulut orang berpuasa itu  nantinya akan seharum bunga kasturi di akhirat. Tetapi ada cara untuk meminimalisir sehingga akan lebih nyaman jika berbicara dengan orang lain,” jelasnya pada Jumat (18/7/2014).
Dewi menjelaskan, ketika berpuasa, produksi air liur akan berkurang sehingga bisa menyebabkan bakteri di dalam mulut semakin banyak.  Semakin banyak bakteri, maka bisa menimbulkan bau pada mulut. Oleh karena itu, untuk menjaga produksi air liur, disarankan untuk memperbanyak minum air dan mengkonsumsi buah-buahan.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan, adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Di antaranya adalah dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari, yakni menjelang tidur dan seusai makan sahur. Membersihkan lidah dan menggunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol juga dianjurkan.
Lanjut Dewi, menghindari rokok juga dapat mengurangi bau mulut. Pasalnya, rokok dapat mengurangi kebersihan mulut dan meningkatkan risiko karies dan terbentuknya karang gigi serta infeksi gusi.
“Ketika akan melakukan aktifitas pagi hari, lebih baik tidak makan setelah menggosok gigi dan tidak tidur setelah sahur. Karena saat tidur, bakteri akan memecah enzim yang ada di mulut sehingga menimbulkan bau mulut,” pungkasnya. (Mutia/Tty)

Komentar

Komentar