Kemensos Bantu 800 Anak Kurang Mampu

oleh -
Kemensos beri bantuan 800 anak Gunungkidul. Foto: Juju.
iklan dispar
Kemensos beri bantuan 800 anak Gunungkidul. Foto: Juju.
Kemensos beri bantuan 800 anak Gunungkidul. Foto: Juju.

KARANGMOJO,(KH)— Direktur Kesejahteraan Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia Edi Suharto mengatakan, sekitar 1,1 juta anak di Indonesia masih membutuhkan perhatian. Namun bantuan yang ada baru menyasar terhadap 150 ribu anak setiap tahunnya.

“Di Gunungkidul, Kemensos memberikan bantuan Rp 800 juta kepada 800 anak. Bantuan kita wujudkan dalam bentuk beasiswa, pendidikan dan peralatan sekolah,” kata Edi kepada wartawan di Panti Asuhan An Nur Dusun Srimpi, Desa Karangmojo, Selasa (24/3/2015).

Dia menjelaskan, bantuan kesejahteraan anak di Gunungkidul dikemas dalam taman anak sejahtera yang dibentuk di sejumlah panti asuhan. Program ini tidak jauh beda dengan program pendidikan anak usia dini atau PAUD. Di sana, anak-anak akan diberikan ruang belajar dengan pelatihan dan pendampingan.

“Kita berusaha memberikan bekal, sehingga ketika anak keluar dari panti asuhan nanti mereka sudah mempunyai keterampilan,” ungkapnya.

Edi mengatakan, pemberian bantuan ini dipastikan untuk benar-benar kemanfaatan, sehingga bantuan yang dikucurkan tidak salah sasaran dan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, penanganan kasus anak tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita tidak bisa menangani semuanya sendiri, masalah ini harus menjadi kepedulian bersama yang melibatkan kementerian lain seperti CSR agar mau menangani masalah ini,” katanya.

Sementara anggota Komisi 7 DPRD RI Agus Sulistiyono mengungkapkan, penanganan terhadap masalah anak butuh dukungan semua pihak. Penangananya tidak hanya pemerintah melainkan melibatkan masyarakat, pelaku usaha atau perusahaan swasta agar dapat ditangani dengan baik.

“Harus berkesinambungan karena masalah kesejahteraan anak ini sebetulnya masalah kita bersama,” paparnya.

Agus berjanji, melalui Komisi VII DPR akan membantu memperjuangkan anggaran untuk penetrasi terhadap penanganan masalah kesejahteraan anak, harapannya masalah ini bisa diatasi bersama dan kesejateraan anak di Indonesia meningkat semakin baik. (Juju)

Komentar

Komentar