Kemenag Gunungkidul Beri Pengarahan Calon Jamaah Haji

oleh -
Kepala Kemenag Gunungkidul, Masdjuri menyampaikan pengarahan kepada calon jamaah haji. KH/ Sarwo.
iklan dispar
Kepala Kemenag Gunungkidul, H. Masdjuri menyampaikan pengarahan kepada calon jamaah haji. KH/ Sarwo.

WONOSARI, (KH)–Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul H Masdjuri memberikan pengarahan kepada Calon Haji 2017 di Masjid Al Ikhlas, Wonosari, Selasa (24/01/2016). Menurut Masdjuri, kuota haji 2017 kembali normal, tidak seperti tahun sebelumnya dikurangi 20%. Untuk tahun 2017 ini kembali normal 100%.

Diinformasikan, masih ada tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah untuk Indonesia, tetapi sampai sekarang belum diketahui jumlah pasti tambahan bagi Gunungkidul. ”Saya sudah menanyakan ke Kemenang Propinsi DIY, Gunungkidul mendapat tambahan berapa, tetapi belum ada jawaban.” kata Masdjuri.

Data sementara diperkirakan ada 366 jamaah calon haji yang akan berangkat dari Gunungkidul. Kalau jumlah tersebut benar, artinya terdapat satu kloter. Saat ini Kemenag melakukan sejumlah persiapan, di antaranya untuk pengurusan paspor, penjelasan tetang kesehatan calon haji, termasuk terkait jumlah dana yang perlu disiapkan jamaah untuk pengurusan kesehatan, paspor dan pelunasan ONH.

Sementara itu, penjelasan tentang kesehatan di sampaikan oleh Tomi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Pihaknya menjadwalkan pemeriksaan kesehatan di RSUD Wonosari dan Puskemas di kecamatan masing-masing calon haji berada.

Lanjut Tomi, ada juga tes kebugaran bagi calon haji. Untuk pemeriksaan kesehatan biayanya sekitar Rp 400 ribu-Rp 500 ribu, serta ditambah Rp 150 ribu untuk vaksin influenza. Apabila melakukan pemeriksaan kesehatan, calon jamaah haji diharapkan memberikan keterangan jujur, jangan menyembunyikan keluhan-keluhan yang dialami.

Sementara itu, penjelasan untuk paspor disampaikan petugas Imigrasi Propinsi DIY. Biaya paspor mencpai Rp 355 ribu, Diuraikan, paspor adalah salah satu dokumen negara sebagai kelengkapan calon haji. Untuk itu paspor harus dijaga dengan baik, jangan sampai hilang atau rusak. (Sarwo)

Komentar

Komentar