Kembangkan Kebudayaan, Desa Ngestirejo Pentas Seni Budaya

oleh -
iklan dispar

TANJUNGSARI, kabarhandayani.– Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari yang dinobatkan menjadi desa budaya, hari ini Rabu (13/8/2014) menggelar berbagai pagelaran seni budaya diantaranya pagelaran seni tari, jathilan, dan campursari. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program pengembangan nilai budaya, pengembangan desa, dan kantong budaya tahun 2014.
Warga setempat begitu antusias menyaksikan perhelatan ini. Ribuan warga berjubel mendatangi lokasi pertunjukkan di halaman Kantor Desa Ngestirejo, Tanjungsari yang rimbun dan teduh oleh beberapa pohon beringin.
Kegiatan ini terlaksana atas biaya dari Dana Keistimewaan Yogyakarta sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Desa Ngestirejo menjadi salah desa dari sejumlah 70an desa di Gunungkidul yang menjadi sasaran pengembangan nilai budaya dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul.
Ketua panitia kegiatan Agung Nugroho sekaligus Kabag Pemerintahan Desa Ngestirejo dalam sambutannya menyatakan acara ini merupakan bentuk persembahan warga Desa Ngestirejo untuk melestarikan kebudayaan di Gunungkidul. Ia juga menyatakan kebahagiannya terhadap perhatian pemerintah daerah atas segala fasilitas dan pengarahan yang telah disalurkan pada berbagai bentuk kesenian yang ada di desanya.
“Yang menjadi prioritas kami saat ini adalah seni jathilan Ngesti Budoyo. Dengan peran dan dukungan dari berbagai pihak, kami merasa yakin ke depannya akan muncul seni budaya yang sebenarnya telah kami miliki tapi selama ini telah lama tidak ditampilkan,” jelas Agung.
Beberapa kesenian di Desa Ngestirejo yang kini tengah dipopulerkan, lanjut Agung, adalah seni srandul. Menurutnya, seni srandul merupakan sebuah seni peran yang menceritakan tentang sebuah sejarah tentang masuknya Agama Islam di Jawa. Selain itu yang kini tengah diperjuangkan adalah kesenian layang-layang tradisional di Pantai Krakal, “Srandul cukup menarik untuk dipertunjukkan selain wayang kulit dan kethoprak,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Ngestirejo Thomas Probowidiarto mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya Desa Ngestirejo dalam program pengembangan budaya ini. Ia menegaskan, Desa Ngestirejo akan menjadi desa budaya yang terkenal karena akan didukung oleh perkembangan wisata pantai seperti Pantai Krakal dan sekitarnya.
“Dukungan masyarakat yang besar akan semakin meningkatkan perkembangan budaya yang kita miliki. Kami merasa yakin hal itu bisa terwujud,” tegasnya. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar