Reog Ngringin Jemput Empat Gunungan

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, kabarhandayani.– Panasnya cuaca di langit Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Rabu (13/08/2014), tidak menyurutkan niat ratusan warga masyarakat desa setempat untuk menyaksikan arak-arakan Gunungan.  Berbagai macam hasil bumi ditampilkan dalam acara bersih desa (rasulan).
Suristo, ketua panitia bersih desa empat padukuhan, Banyu Bening I, Banyu Bening II, Kulwo dan Ngringin mengatakan, ada empat rakit gunungan yang dibuat untuk memeriahkan acara rasulan. Masing-masing padukuhan, membuat gunungan yang dihias dengan berbagai jenis buah, sayur serta hasil bumi.
“Empat rakit gunungan akan diambil dengan iringan kesenian reog menuju balai desa setempat. Saat di balai desa, gunungan akan dikumpulkan menjadi satu, dikendurikan (tradisi doa), baru kemudian diperebutkan oleh masyarakat,” kata Suristo.
Empat Gunungan yang telah siap di balai padukuhan masing-masing, akan diarak ke balai desa setelah dijemput oleh kesenian reog. Sebelum rombongan reog menjemput gunungan mereka diberi kesempatahn untuk beber (berjoget di hadapan warga), setelah ada sambutan sesepuh padukuhan, gunungan kemudian di arak menuju balai desa.
Tidak nampak wajah lelah dari mereka, dengan pakaian jawa langkah demi langkah terus mereka kayuh menuju Balai Desa Bejiharjo. Tidak hanya anak-anak, arak-arakan gunungan juga diikuti oleh orang tua. Tidak sedikit dari mereka yang membawa payung, dan membawa minuman ringan  untuk melepas dahaga.
Suristo menambahkan, banyak rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut bersih desa empat padukuhan. Kesenian jatilan Turonggo Krido Mudo dari Bantul menjadi kesenian pembuka. Festival kethoprak 10 desa budaya juga menjadi hiburan masyarakat. Setelah kenduri selesai, masyarakat akan disuguhkan kesenaian Reog Manggolo Kriso dari Padukuhan Ngringin.
“Puncak acara, akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Sujiwo dari Kecamatan Panggang, Gunungkidul,” ungkapnya.
Menurut Suristo, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dengan tujuan nguri-uri kabudayan atau melestarikan budaya nenek moyang. Selain itu bersih desa atau rasulan sebagai perwujudan syukur kepada Tuhan, atas hasil panen yang melimpah. Dengan harapan panen tahun depan akan lebih meningkat.
Di desa Bejiharjo, kegiatan bersih desa atau rasulan juga dilaksanakan di Padukuhan Grogol I hingga Grogol VI. Berberda dengan di Padukuhan Banyu bening I, Banyu Bening II, Kulwo dan Ngringin. Di Padukuhan Grogol I-IV, peringatan bersih desa di ikuti dengan pagelaran kirab budaya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar