Keluarga Karjono Bersyukur, Rumahnya Selesai Direnovasi Ikaragil

oleh -
iklan dispar

TEPUS,(KH)— Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (IKARAGIL) telah selesai melaksanakan renovasi rumah milik Karjono (85) warga Jati Purwodadi Tepus.

Bedah rumah yang dilaksanakan oleh komunitas muda perantau Gunungkidul tersebut memang tepat sasaran, pasalnya Karjono merupakan lansia yang sudah tidak lagi memungkinkan untuk memperbaiki rumahnya tersebut.

Sudarman (36), salah satu tetangga Karjono menyatakan, bantuan bedah rumah tersebut dinilai sangat pantas untuk Karjono.

Karjono diketahui telah hidup sebatang kara, bahkan masyarakat sekitar selalu memberi bantuan untuk Karjono. “Jika anaknya belum datang untuk memberikan makanan, tetangga juga selalu ngirim (memberikan makanan) kepada simbah,” katanya. Kamis (30/10/2014).

Karjono yang mempunyai dua orang anak memilih untuk tidak hidup bersama anak-anaknya, karena ia mempunyai pendirian hidup di rumahnya sendiri apapun keadaannya. “Bapak selalu enggan untuk dibawa ke rumah saya katanya tanah tersebut merupakan tanah pemberian dari kakek, dan enggan untuk pindah dari rumah tersebut,” ungkap Gingsir (38) salah satu anak Karjono.

Gingsir mengungkapkan, jika penglihatan Karjono juga sudah tidak berfungsi dengan baik sejak 40 tahun silam sehingga ia beserta istrinya selalu memantau dan memberi makananan kepada orangtuanya itu. “Waktu masih bisa jalan bahkan Bapak masih memasak sendiri karena jika di kirim makanan ia selalu kurang puas, akhirnya kami hanya mengirim sayuran saja,” ungkapnya.

Ketika Ikaragil berhasil memperbaiki rumahnya, Karjono hanya bisa berbaring karena penyakit tifus dan penyakit lambungnya sedang menyerang kakek yang berusia 87 tahun tersebut. Gingsir mengaku, ada rasa gembira dan sedih karena rumah untuk ayahnya telah selesai dibangun, namun disisi lain ayahnya justru tergolek lemah di atas tempat tidur.

“Banyak terimakasih saya sampaikan kepada Ikaragil yang telah membantu memperbaiki rumah ini, untuk Bapak rencananya akan kami bawa ke rumah sakit jika kondisinya makin memburuk,” jelas Gingsir.

Tatang salah satu anggota Ikaragil mengaku terharu dengan keadaan Karjono. Meski sudah lansia dan ekonominya lemah, pria lansia ini tetap mempunyai prinsip untuk mendiami rumahnya.”Dulu rumah ini belum ditembok masih berupa anyaman bambu (gedhek), itupun sudah bolong-bolong. Bahkan Karjono tidak mempunyai MCK. Untuk buang air besar ia harus menumpang ke tetangga dekatnya,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk membangun rumah Karjono sendiri Ikaragil mengeluarkan biaya sebesar Rp 10 juta. Dana diperoleh dari Bazda Gunungkidul. “Karena pembangunan mulai dari awal lagi dimana kami membuat pondasi kembali dengan tembok, juga untuk membuat kamar mandi,” jelasnya.

Tatang menambahkan, selain melaksanakan bedah rumah, Ikaragil juga memberikan bantuan berupa sembako dan uang kepada Karjono untuk membeli tempat tidur. “Semoga bantuan ini dapat benar-benar bermanfaat bagi penerima bantuan seperti Pak Karjono ini,” pungkasnya. (Atmaja/Bara).

Komentar

Komentar