Kegigihan Seorang Pengrajin Ukir Kayu

oleh -
iklan dispar

PATUK,(KH)–Patuk merupakan kecamatan di Gunungkidul yang penduduknya banyak menjadi seorang pengrajin ukir kayu. Dari kerajinan ukir kayu skala kecil hingga skala besar dapat dijumpai di kecamatan tersebut. 

Supriyanto adalah salah satu pengrajin patung kayu asal padukuhan Widoro Wetan Desa Bunder. Ia mengaku sudah sejak tahun 1988 mulai menekuni kerajinan yang diturunkan oleh orang tuanya. 

“Saat saya masih duduk di bangku SD,Bapak sudah mengajarkan kerajinan ukir kayu hingga saat duduk di bangku SMP saya sudah bisa membantu Bapak membuat sebuah patung kayu,” katanya, Kamis (20/11/2014). 

Kerajinan patung ukir kayu yang ia kuasai sekarang berupa pembuatan patung loro blonyo dan patung-patung setengah badan yang biasanya digunakan untuk hiasan meja ataupun almari.”Selain patung loro blonyo dan patung yang lain,saya juga membuat souvenir lainnya berupa gantungan kunci dan patung asbak,” jelasnya. 

Kepada KH, Ia mengaku kerajinan yang dibuatnya dikirim ke kota Yogyakarta dan pesanan-pesanan dari luar kota seperti Bandung dan Jakarta. “Khusus unutk satu set patung kayu loro blonyo harganya Rp 20 ribu – Rp 70 ribu tergantung ukuran,” ungkapnya. 

Di balik keahliannya dalam mengukir kayu bapak dari tiga orang anak tersebut memaparkan jika saat ini para pengrajin kayu terkendala alat dan baku kayu. “Saat ini pengrajin menggunakan alat hasil modifikasi sendiri dan bahan baku kayu pun harus bersaing dengan pengusaha kayu lapis,” papar Supriyanto. 

Lebih lanjut ia menjelaskan walaupun keterbatasan peralatan yang digunakan dan sulit mencari bahan baku, Supriyanto akan terus menjalankan keterampilan tersebut demi menambah penghasilan keluarganya. “Kerajinan ini sangat membantu untuk pemasukan keluarga meski banyak kendala, namun saya optimis dengan usaha ini,” pungkasnya.(Atmaja/Bara)

Komentar

Komentar