Kapal Othok-othok Cirebon Sampai di Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani,– Di sudut keramaian pasar malam yang menyertai gelar Pameran Potensi Gunungkidul 3-7 Juni 2014 lalu, terdengar suara khas dari sebuah mainan. Di sana terlihat seorang penjual yang sedang duduk sambil memainkan dagangannya. Tergelar di lapaknya, mainan anak tradisional yang masih bertahan di era membanjirnya mainan impor Made in China yang biasanya disukai anak-anak masa kini.

Masih bertahan di sudut lapak pedagang kecil mainan kapal othok-othok yang terbuat dari bahan seng yang dipatri dengan dihiasi warna-warni yang menarik. Kapal yang mampu berlayar di kolam air berwadah baskom itu berbahan bakar minyak jelantah atau bisa juga minyak goreng baru. Ternyata mainan tradisional tersebut masih mampu mengalihkan perhatian para penonton yang membawa anak-anak mereka untuk menghampirinya dengan suara khas yang ditimbulkannya.

Asep dan 3 temannya yang berjualan mainan di arena pasar malam Gunungkidul ini ternyata berasal dari Cirebon. Mereka menekuni berjualan mainan kapal othok-othok ini dengan berpindah-pindah tempat. Mereka mengikuti bos yang biasa menggelar paket pasar malam dari satu tempat ke tempat lain atas undangan panitia penyelenggara.

Mainan ini biasa mereka jual dengan harga berkisar Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00. “Dalam sehari, dagangan saya terjual terjual antara 20 sampai 30 biji. Jika banyak pengunjung yang membawa anak, dagangan saya bisa laku lebih banyak lagi,” ujar Asep polos.

Asep menuturkan bahwa ia dan rombongan teman-temannya yang berjualan mainan itu bisa pergi berminggu-minggu meninggalkan keluarga mereka di Kuningan Cirebon. Mereka lakukan demi meraup rezeki buat keluarga. Dengan senyum ramah ia menyatakan mensyukuri rezeki yang masih Tuhan berikan kepadanya dan teman-temannya lewat berjualan mainan tradisional itu.

Kapal othok-othok Made in Cirebon yang merambah Gunungkidul nampaknya memberikan gambaran betapa hidup anak-anak muda Kuningan Cirebon itu berani mengadu nasib dengan merambah wilayah lain untuk menambah pengalaman hidup dan menggembleng diri menjadi anak muda bermental baja. Kapal othok-othok itu nampaknya juga mengingatkan bahwa Gunungkidul adalah bagian tak terpisahkan dari negara Indonesia yang mesti kuat dan tangguh sebagai negara maritim berwawasan Nusantara. (Dprasetyo/Jjw).

Komentar

Komentar