Jual Beli Mokas Berkaitan Erat Dengan Musim Pertanian

oleh -
Penjualan mokas di "Mulya Motor" salah satu showroom di Wonosari. KH/ Kandar.
kadhung tresno
Penjualan mokas di “Mulya Motor” salah satu showroom di Wonosari. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH)— Penelusuran KH sebelumnya menyebutkan, mengenai daya beli dan minat masyarakat terhadap pembelian sepeda motor baru setidaknya dipengaruhi dengan dua hal, adanya musim awal sekolah, dan lebaran.

Pada dua momentum peristiwa tersebut diklaim bahwa penjualan sepeda motor baru mengalami peningkatan tajam. Lain halnya dengan penjualan sepeda motor baru, penjualan motor bekas (mokas) memiliki momentum waktu sendiri. Kapan penjualan naik dan turun.

Sebagaimana disampaikan oleh pemilik Showroom mokas Setyo Motor, Kasmanto, menurutnya, pelanggan yang biasa membeli mokas dagangannya banyak diantaranya dari kalangan petani. Diungkapkan, musim tani sangat berpengaruh terhadap omset penjualannya.

“Saat menjelang musim tanam rata-rata penjualan mengalami penurunan. Kemudian sehabis masa panen jumlah mokas yang laku bertambah,” urainya beberapa waktu lalu.

Kasmanto menambahkan, beberapa tahun terakhir jumlah penjualan mokas mengalami penurunan. Tahun 2005 hingga 2010 menjadi waktu ‘emas’ penjualan mokas. Dirinya menyebut bahwa semakin banyaknya showroom mokas baru menjadi faktor utamanya, selain faktor ekonomi.

“Yang jelas banyak saingan. Dari 3 lokasi penjualan di wilayah Wonosari setiap bulannya terjual antara 15-30 unit sepeda motor. Tahun 2015 lebih baik daripada 2016,” terangnya.

Lanjut dia, kebanyakan pembeli yang mencari mokas adalah petani di wilayah pinggiran atau di luar kota Wonosari. Tipe sepeda motor yang dicari apabila pemakai tergolong usia muda maka yang dicari adalah jenis matic. Sementara itu, Produk keluaran Honda masih menjadi pilihan pertama.

“Apabila pembeli golongan orang tua maka yang dicari kisaran harga Rp. 4 sampai Rp. 5 jutaan, mereka cari motor tua tapi mesin masih oke. Untuk embelian secara kredit menurun, rata-rata membayar secara tunai, atau cash tempo,” papar Kasmanto lagi.

Di Showroom mokas yang lain, terjadi hal yang sama. Penjualan mengalami penurunan. Pemilik ‘Mulya Motor’, Said Gunawan mengatakan, dibanding tahun sebelumnya omset penjualan tahun 2016 lebih buruk dari tahun 2015.

“Tahun 2015 mencapai ratusan motor terjual setiap bulannya, rata-rata tahun 2016 kurang lebih 80-an unit saja,” jelasnya.

Dari keseluruhan pembeli, perbandingan jenis sepeda terjual yakni 50 persen merek Honda, 35 persen Yamaha lalu sisanya merek lain. Hal yang sama mengenai cara pembayaran juga terjadi di Mulya Motor, cara pembayaran tunai oleh pembeli meningkat. (Kandar)

Komentar

Komentar