Jelang Liburan Usai, Korban Sengatan Ubur-Ubur Tinggi

oleh -
Team SAR sedang bertugas. Foto : Kandar
iklan dispar
Team SAR sedang bertugas. Foto : Kandar
Team SAR sedang bertugas. Foto : Kandar

TANJUNGSARI, (KH) —  Jelang libur lebaran usai, jumlah wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur atau impes saat bermain air laut di kawasan pantai selatan, tergolong cukup tinggi. Kejadian ini diakibatkan adanya arus air dari tengah laut yang membawa ubur-ubur pada saat pantai dipenuhi wisatwan.

“Arus ke tepi yang membawa ubur-ubur terjadi pada H+2,3 dan 4, di mana pengunjung sedang ramai-ramainya,” kata Marjono Koordinator TIM Search and Rescue Perlindungan Masyarakat (SAR Linmas) Wilayah II, Minggu, (26/7/2015).

Selain ratusan wisatawan terkena sengatan ubur-ubur, ada juga yang terkena bulu babi. Data yang dimiliki TIM SAR Linmas Wilayah II, menunjukkan korban sengatan Tahun ini meningkat lebih tinggi di banding Tahun lalu, tepat sesuai prediksi yang diperkirakan sebelumnya.

“sengatan ubur-ubur yang tercatat sebanyak 582, bulu babi ada 4 wisatawan, sedangkan laka laut sebanyak 6 kejadian, bersyukur semua dapat diselamatkan,” rinci Marjono.

Menurutnya, pengendalian jumlah kejadian sudah semaksimal mungkin ditekan dengan beberapa upaya di antaranya, melalui peringatan secara terus-menerus memalui corong pengeras suara dan spanduk himbauan yang dipasang di titik-titik strategis.

“Anggota kami setiap harinya membaur bersama ratusan wisatawan, sambil terus menyampaikan peringatan. Korban yang terlanjur terkena sengatan, setelah mendapat pertolongan pertama langsung dilarikan ke dokter atau puskesmas terdekat dan juga RSUD,” tambah Marjono.

Meski prediksi kunjungan pantai mulai menurun mulai minggu  depan, karena libur panjang telah usai, himbauan akan adanya ubur-ubur masih disampaikan. Dari beberapa kali patroli yang dilakukan, dijumpai jumlah ubur-ubur di tengah pantai masih cukup banyak.

“Jumlah ubur-ubur diprediksi baru menurun akhir Bulan Agustus nanti. Harap hati-hati bagi wisatawan yang hendak bermain air laut,” pungkasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar