Jelang Idul Adha, Permintaan Pisau Pemotong Hewan Naik Tajam

oleh
Sejumlah pekerja sedang membuat peralatan berbahan besi/ baja di sebuah tempat usaha pande besi di wilayah Padukuhan Kajar, Karangtengah, Wonosari. KH/ Kandar.
Sejumlah pekerja sedang membuat peralatan berbahan besi/ baja di sebuah tempat usaha pande besi di wilayah Padukuhan Kajar, Karangtengah, Wonosari. KH/ Kandar.
Sejumlah pekerja sedang membuat peralatan berbahan besi/ baja di sebuah tempat usaha pande besi di wilayah Padukuhan Kajar, Karangtengah, Wonosari. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH)— Menjelang Hari Raya Idul Adha, beberapa fenomena rutinitas sudah sangat nampak, selain diburunya hewan korban baik sapi dan kambing, sebagian besar masyarakat juga telah mengupayakan kebutuhan pisau pemotong.

Hal ini membuat sejumlah pande besi atau pengrajin  peralatan berupa pisau dan sejenisnya mengalami kenaikan permintaan. Diungkapkan salah satu pemilik usaha Pande Besi di wilayah Padukuhan Kajar 2, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, bahwa telah terjadi lonjakan permintaan pisau sejak satu bulan yang lalu.

Pengakuan Satria Okta, pemilik usaha Pande Besi Cahaya Alam ini misalnya, home industri pande besi miliknya mengalami kenaikan permintaan hingga 70 persen. Sehingga untuk melayani tingginya permintaan itu ia melibatkan pengrajin/ pande besi lebih banyak lagi di sekitar domisilinya.

“Peningkatan permintaan cukup tinggi, khususnya pisau jenis penyembelihan dan jenis pengiris daging. Kami melibatkan lebih banyak lagi para pengrajin di sekitar untuk ikut melayani pesanan dengan menyuplai produk jadi ke industri rumahan kami,” kata Okta, Selasa, (31/8/2016).

Ia menambahkan, permintaan segala jenis peralatan pisau termasuk juga alat pertanian untuk pasar lokal dan berbagai wilayah di pulau Jawa dalam satu bulan terakhir mencapai sekitar 50 kodi, sedangkan untuk melayani kebutuhan di luar Pulau Jawa mencapai kurang lebih 120 Kodi.

Lebih jauh disampaikan, jenis pisau pemotong hewan korban berbeda dengan pisau secara umum, disebutkan, haruslah memiliki ketajaman yang lebih, sehingga perlu bahan baja yang baik. Selain bahan yang baik, dibutuhkan pula proses pembuatan yang membutuhkan waktu relaif lebih lama.

“Harga pisau pemotog hewan dengan kualitas terbaik yang kami miliki mencapai Rp. 500 ribu tiap bilah, kami sediakan pula dengan kualitas sedikit dibawahnya seharga Rp. 300 ribu per bilah,” rinci Okta.

Di tempat usahanya, Okta menyediakan berbagai kebutuhan peralatan masyarakat berbahan besi/ baja, mencakup segala jenis alat pertanian seperti sabit meliputi jenis parasan, sabit padi, bendo, serta gathul, maupun cangkul, (Kandar)

Komentar

Komentar