GUNUNGKIDUL, (KH),– Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar tradisi Jamasan Tosan Aji pada Juli 2026. Kegiatan yang akan berlangsung di sembilan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agung Danarta, mengatakan jamasan bukan sekadar prosesi membersihkan benda pusaka. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi media untuk merawat filosofi dan nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.
“Jamasan Tosan Aji mengusung semangat Merawat Warisan, Menjaga Nilai Luhur. Yang kami rawat bukan hanya benda pusakanya, tetapi juga nilai-nilai yang diwariskan para leluhur kepada generasi sekarang,” kata Agung baru-baru ini.
Menurutnya, tosan aji seperti keris dan benda pusaka lainnya memiliki makna historis, spiritual, sekaligus sosial. Pusaka dipandang sebagai simbol keberanian, kejujuran, kebijaksanaan, serta keteguhan sikap yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Jawa.
Agung menjelaskan, tradisi jamasan telah berlangsung secara turun-temurun. Dalam prosesi tersebut, benda pusaka dibersihkan menggunakan tata cara tertentu dengan penuh penghormatan. Biasanya, prosesi juga disertai doa sebagai bentuk harapan agar nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalam pusaka tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Jamasan Tosan Aji juga menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat. Pelestarian budaya, menurutnya, tidak cukup hanya menjaga bentuk fisik benda bersejarah, tetapi juga memahami makna dan filosofi yang menyertainya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat semakin mencintai budaya sendiri. Merawat pusaka berarti juga merawat ingatan kolektif, jati diri, serta nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Gunungkidul,” ujarnya.
Selain menjadi upaya pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mempererat kebersamaan masyarakat. Prosesi jamasan menjadi momentum untuk bertemu, berbagi pengetahuan, dan menjaga kesinambungan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Dinas Kebudayaan berharap semangat merawat warisan budaya terus tumbuh sehingga nilai-nilai luhur leluhur tetap menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, berbudaya, dan bermartabat.
Jadwal Jamasan Tosan Aji di Gunungkidul
Kegiatan Jamasan Tosan Aji akan dilaksanakan di sembilan lokasi dengan jadwal sebagai berikut:
- Bangsal Sewokoprojo – 9 Juli 2026
- Taman Budaya Gunungkidul – 13 Juli 2026
- Kalurahan Gari, Wonosari – 14 Juli 2026
- Kalurahan Jepitu, Girisubo – 15 Juli 2026
- Kalurahan Pulutan, Wonosari – 16 Juli 2026
- Kalurahan Dadapayu, Semanu – 20 Juli 2026
- Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari – 21 Juli 2026
- Kalurahan Ngawu, Playen – 22 Juli 2026
- Kalurahan Duwet, Wonosari – 23 Juli 2026
Setiap lokasi hanya melayani maksimal 50 pusaka. Masyarakat yang ingin mengikuti prosesi diimbau menyesuaikan jadwal dan memenuhi ketentuan yang berlaku di masing-masing lokasi.





