Memperingati HUT RI ke-76, Pegiat Tosan Aji Pilangrejo Jamas 76 Pusaka

oleh -
jamasan pusaka
Pegiat Tosan Aji Pilangrejo, Nglipar menggelar Jamasan Pusaka. (KH)

NGLIPAR, (KH),– Dengan penerapan protokol kesehatan ketat, 4 penjamas dari Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar Gunungkidul melaksanakan ritual tahunan jamasan pusaka, Selasa (17/8/2021). Pelaksanaan jamasan berada di salah satu rumah warga pegiat tosan aji di Dusun Wotgalih di kalurahan setempat.

Minto (43), penjamas pusaka yang memberikan keterangan disela-sela ritual tersebut menyampaikan kegiatan guna pelestarian benda pusaka ini dilaksanakan di setiap bulan Sura.

“Dua kali jamasan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Pengumpulan pusaka dari warga kami lakukan jauh-jauh hari agar tidak terjadi kerumunan di lokasi,” terang Minto memberikan keterangan.

Berbekal kebiasaan masyarakat yang sudah semakin terbiasa dengan penerapan new normal, mulai dari persiapan hingga kegiatan selesai terpantau tidak ada pelanggaran protokol.

Suyan (50) yang bertugas sebagai pangrakit ubo rampe menyampaikan rangkaian acara yang bertepatan dengan peringatan 76 Tahun HUT RI ini.

“Tadi malam kami berempat berkumpul untuk melaksanakan seslamet dilanjutkan dengan tirakat. Hari ini setelah momentum upacara detik-detik proklamasi selesai, kami memulai acara jamasan. Karena jumlah pusaka yang kami jamas hari ini ada 76 buah, kemungkinan kegiatan ini akan selesai hingga sore hari,” terang Suyan.

Suyan menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengecek kondisi pusaka serta membersihkannya dari kotoran yang menempel. Mengingat rata-rata selama satu tahun pusaka ini hanya disimpan saja oleh pemiliknya.

Wartoyo (50), pemimpin ritual menyampaikan esensi kegiatan. “kegiatan tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), ini merupakan momentum yang tepat sekaligus guna memupuk rasa cinta tanah air. Pusaka-pusaka yang kami jamas ini merupakan peninggalan orang terdahulu yang telah menjadi saksi perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan,” paparnya.

Dengan melestarikan benda peninggalan nenek moyang, generasi pengisi kemerdekaan pun diyakini tak akan melupakan sejarah.

Penjamas lain, Bilal menyampaikan asal usul pusaka yang dijamas hari ini. “kegiatan ini merupakan agenda setiap bulan Sura. Sehingga sebelumnya masyarakat pun langsung menanyakan hari pelaksanaan lalu mengumpulkan pusaka mereka di lokasi yang telah ditentukan tanpa harus ada pengumuman khusus dari kami,” jelasnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan jamasan hari ini dibatasi jumlah pusakanya hanya 76. Namun jika dikemudian hari masih ada warga yang akan minta tolong ke pegiat Tosan Aji untuk menjamas pusaka, kegiatan akan diagendakan lagi.

“Mengingat jamasan pusaka memerlukan alat dan bahan yang tidak selalu mudah ditemui,” tukas Bilal. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar