Indahnya Melihat Gunungkidul Dari Udara

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,(KH)–Apakah anda pernah melihat ataupun mendengar apa itu Drone fotografi atau Multicopter?, Adakah penghobi dan penggiat tentang Drone Fotografi dan Komunitasnya di Gunungkidul?

Beberapa hari lalu KH berkesempatan mewawancarai Praditya Ardian Hanafi seorang penggiat Drone Fotografi di Gunungkidul. Ia bertukar pengalaman dan suka duka saat pengambilan foto dari udara melalui remot kontrolnya.

Hobi yang awalnya hanya melihat-lihat video di Youtube ini, membuat pemuda 23 tahun ini keranjingan dan menggila pada jenis kegiatan Fotografi yang satu ini. Setelah melihat tentang fotografi Landscape dan fotografi Underwater (bawah air) ternyata ada yang lebih unik dan menarik dari fotografi itu, yakni fotografi dari udara yang salah satunya dengan multicopter,yang sekarang banyak dikenal dengan Drone.

“Pengalaman pertama kali melihat foto udara adalah ketika sedang bermain di Pantai Sepanjang.Ada komunitas yang menerbangkan layang- layang besar dan dipasangi kamera dengan diprogram Shutter otomatis memotret setiap beberapa detik sekali. Alhasil setelah turun dan melihat hasilnya saya takjub karena hasilnya sangat keren. Padahal hanya menggunakan layangan dan tali biasa apalagi kalau pake multikopter pasti lebih keren“, paparnya.

“Setelah kejadian itu, saya mencoba browsing di internet tentang perlengkapan yang digunakan untuk drone fotografi.Ternyata hobi ini sangat mahal dan menguras kantong mahasiswa seperti saya. Betapa tidak, harganya mulai Rp 5juta sampai Rp 25juta tergantung kualitas yang diharapkan.Semakin mahal harganya maka semakin canggih dan bagus kameranya,” imbuhnya.

Memang untuk hobi fotografi yang satu ini mahal dan mengandung banyak resiko.Karena saat pesawat ini mulai terbang, drone hanya punya waktu 20 menit per baterainya, sehingga pengoperasian dan pengambilan gambar harus dilakukan dengan cepat dan drone harus diturunkan segera, jika tidak ingin pesawat itu jatuh dan terjun bebas ke bumi.

“Kalau kita tidak memikirkan timming dan kekuatan baterai maka drone bisa jatuh sewaktu- waktu,” kata Adit.

Pria asli Semanu ini juga menambahkan kalau belum menemukan penghobi yang sama,khususnya di Gunungkidul.Jadi sampai saat ini dia masih menerbangkan dengan bebas tanpa kawan di komunitasnya sendiri yang dia beri nama GKchopter Aerial Documentation.

Lokasi yang pernah diabadikannya adalah seputar kota Wonosari, hutan Bunder,Gunung Api Purba Nglanggeran, Desa Wisata Jelok, Gapura Selamat Datang Gunungkidul, Pantai Sadeng, Pantai Baron, Pantai Sepanjang, Air terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang,Telaga Jonge dan masih banyak lokasi lagi.

Untuk menambah pundi- pundi keuangannya,Adit juga menyewakan atau menerima jasa untuk pemotretan udara.“Untuk penggunaan jasa, dapat didiskusikan lewat telepon atau bertemu saya langsung,” pungkasnya. (Jhody/Bara)

Komentar

Komentar