Hobi Berbuah Rezeki, Miniatur Bus Bikinan Pemuda Wonosari Laku Rp2 Juta per Unit

oleh -
miniatur bus
Miniatur Bus karya Resa Wahyu Restanto. (KH)

WONOSARI, (KH),— Berbekal kreativitas dari kegemarannya terhadap moda transportasi umum, seorang pemuda dari Dusun Bendungan, Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari, kabupaten Gunungkidul membuat miniatur bus dan truk. Miniatur yang dibikin sangat mirip dengan bentuk aslinya.

Adalah Resa Wahyu Restanto, pembuat miniatur moda transportasi umum berupa bus ini mengawali bisnis kerajinan berawal dari hobinya. Karya pemuda berusia 27 tahun ini kemudian banyak diminati para penghobi bus atau komunitas yang disebut bis mania.

Ia pun memperoleh cuan setelah banyak peminat meminta karyanya. Persisnya, Resa menekuni hobinya itu menjadi bisnis kerajinan miniatur bus sejak sekitar tahun 2016 silam.

“Hingga kini sudah ada puluhan miniatur bus yang saya kerjakan dan banyak diminati konsumen dari berbagai daerah,” kata Resa, Jumat (17/9/2021) di kediamannya.

Pemuda lulusan sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta jurusan teknik mesin ini memulai proses pembuatan miniatur bus dengan mendesain miniatur pada computer sesuai keinginan pemesan.

Dijelaskan, umumnya, skala antara kendaraan aslinya dengan miniatur satu banding sembilan belas. Miniatur bus yang dibuat tersebut berukuran panjang 60 centimeter dengan lebar 13 centimeter dan tinggi 17 centimeter.

Proses lanjutnya, usai desain jadi, Resa lalu melakukan pengukuran pada bahan akrilik, guna membentuk bodi bus. Proses berikutnya adalah pemotongan bahan akrilik untuk body serta bahan fiber resin dan triplek melamin untuk bagian-bagian bus, seperti bumper depan dan belakang, perangkat pendingin udara hingga interior bus.

“Untuk beberapa bagian bus, sejak dua tahun lalu mulai menggunakan printer tiga dimensi untuk mendapatkan bentuk yang lebih presisi,” kata Resa.

Setelah terbentuk bodi bus setengah jadi, lalu dilakukan pengecatan sesuai warna bus yang diinginkan. Sebelumnya Resa yang bekerja seorang diri itu melakukan pemotongan secara manual.

“Proses pengecatan dapat berlangsung beberapa kali guna mendapatkan warna sesuai bus aslinya,” imbuh dia.

Layaknya perusahaan karoseri bus, proses terakhir adalah perakitan bagian-bagian bus, mulai roda, kaca, interior hingga detail-detail bus seperti kaca spion dan lampu.

Hasilnya, miniatur bus ini sangat mirip dengan aslinya. Bentuk bus nampak kokoh dan proporsional. Tak hanya itu saja selain dapat berjalan dengan cara didorong, miniature juga dapat berjalan dengan tambahan dinamo penggerak.

miniatur bus
Resa Wahyu Restanto sedang melakukan proses pengecatan. (KH)

“Satu unit miniatur bus ini dikerjakan dua minggu hingga dua bulan lamanya, tergantung tingkat kerumintannya,” demikian Resa menambahi keterangan.

Miniatur bus dan truk produksi resa ini banyak diminati pembeli dari berbagai daerah bahkan hingga ke luar pulau. Umumnya, peminat miniatur bus ini merupakan penghobi moda transportasi darat berupa bus maupun truk. Selain itu, banyak pula pesanan dari pemilik perusahaan otobus  untuk sekedar koleksi atau souvenir.

Untuk menjaga kualitas, Resa yang melalukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial ini hanya melayani kuota pesanan maksimal 25 unit dalam satu tahun.

Meski sudah lama menggeluti dunia miniatur bus, Resa sering menghadapi kendala. Kendala itu diantaranya begitu cepatnya perkembangan bentuk bus modern saat ini yang diproduksi oleh perusahaan karoseri. Hal tersebut memaksanya untuk terus mengikuti tren bus yang terus berkembang.

“Satu unit sekitar Rp2 juta,” tukas Resa menyebutkan harga miniatur bus karyanya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar