Hasil Panen Tinggi, Dusun Blembeman Disebut Sentra Kedelai

oleh -
iklan dispar

NGLIPAR, (KH),– Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Dusun Blembeman II, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul pada musim tanam pertama di tahun 2020 berhasil panen perdana kedelai seluas 5 hektar dari total kawasan 40 hektar pertanaman kedelai.

Panen perdana kedelai pada Selasa, (25/2/2020) dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Ir Bambang Wisnu Broto beserta jajaran, perangkat desa setempat, Koordinator BPP Nglipar dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mantri Tani Kecamatan Nglipar, beserta anggota KWT Lestari dan Poktan setempat.

Varietas kedelai yang dipanen yakni varietas Grobogan umur 75 hari yang benihnya diperoleh secara swadaya. Terdapat pula varietas lain berupa varietas Anjasmoro dengan umur panen 85 hari bantuan dari BPTP DIY sebanyak 200 kilogram.

Penanaman dilaksanakan 10 Desember 2019 lalu. Pola tanam yang digunakan yakni pola Tumpangsari Jagung dan kedelai. Untuk satu hektar dibutuhkan benih jagung hibrida 10 kg dan benih kedelai 40 kg. Pada ubinan panen kedelai varietas Grobogan di dua tempat diperoleh angka ubinan 1,3 ton per hektar dan 1,1 ton per hektar atau rata rata 1,2 ton per hektar kedelai.

Ketua KWT Lestari, Sukiyem (57), melaporkan, bahwa di dusun Blembeman II, Natah, Nglipar kedelai ditanam 3 kali dalam setahun. Yakni di musim tanam pertama seluas kurang lebih 5 hektar ditanam di pekarangan dan tegal, pada musim tanam kedua ditanam 15 hektar ditanam di pekarangan dan tegalan, lantas di musim tanam ketiga atau di musim kemarau ditanam di lahan sawah bekas padi seluas 20 hektar oleh poktan Sumber Rejeki.

Adapun untuk musim tanam kedua seluas 15 hektar ditanam sekitar bulan Maret 2020 dan musim tanam ketiga ditanam bulan Juli 2020 dengan luas 20 hektar merupakan program pengembangan kedelai bantuan pemerintah lewat DPP Kabupaten Gunungkidul.

Kepala DPP, Ir. Bambang Wisnu Broto dalam temu lapang panen kedelai KWT Lestari menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan KWT Lestari dan Poktan Sumber Rejeki Blembeman II, Desa Natah, Nglipar menanam kedelai sampai 3 kali tanam dalam setahun. Sementara banyak petani lain yang enggan menanam kedelai sehingga luas tanam kedelai di Gunungkidul terus menurun.

“Desa Natah khususnya Dusun Blembeman II bisa dikatakan daerah sentra kedelai. Para petani layak disebut pahlawan pangan. Jikalau dihitung secara materi maka pendapatan petani dari hasil panen tumpangsari Jagung Kedelai pada musim ini bisa mencapai 31 juta rupiah dari hasil penjualan kedele dan jagung untuk tiap hektarnya,” kata Bambang Wisnu Broto.

Adapun dalam setahun bisa mencapai Rp. 90 juta rupiah per hektarnya. Menurut Bambang, nominal tersebut merupakan peredaran uang di pedesaan yang sangat besar.

Ir. Bambang Wisnu Broto berharap KWT Lestari terus memperjuangkan penanaman kedelai karena kebutuhan kedelai untuk konsumsi khususnya produksi tahu tempe sangat besar. Bahkan dirinya berharap kedelai konsumsi berasal dari kedelai lokal bukan kedelai impor, sebab, kedelai lokal lebih sehat serta lebih enak.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) seputar masalah pencegahan penyakit Anthrax sapi dengan tidak mengkonsumsi daging bangkai baik kambing atau sapi. (Kandar)

Komentar

Komentar