Hasil Panen Pertama Tembakau Menurun

oleh -
Tembakau sedang dijemur. Foto : Atmaja
iklan dispar
Tembakau sedang dijemur. Foto : Atmaja
Tembakau sedang dijemur. Foto : Atmaja

PALIYAN, (KH) — Memasuki masa petik daun pertama, hasil panen tembakau di Desa Pampang, Paliyan, memurun dibanding panen tahun lalu. Iklim yang tidak stabil menyebabkan beberapa tanaman sembako mati sebelum bisa dipetik daunnya.

Sawiyo, salah satu petani asal Padukuhan Pampang, Pampang, Paliyan, mengaku hasil panen petik daun pertama turun hingga 20 persen. Sebelumnya Sawiyo dapat memanen daun tembako pertama sebanyak, 4 – 5 kwintal, namun pada panen pertama saat ini berkurang menjadi 3,5 – 4 kwintal.

“Cuaca yang tidak menentu, membuat beberapa tanaman busuk ketika baru ditanam. Pasalnya pada bulan Mei yang lalu, intensitas hujan masih begitu tinggi,” katanya, Rabu (08/07/2015).

Ia menjelaskan, tembakau tersebut dijual di sebuah pabrik rokok ternama yang berada di Wonogiri. Dari segi keuntungan, menurutnya lebih untung menanam tembakau dari pada palawija.

Tembakau dapat dipanen pada umur 2,5 bulan. setiap panen (masa petik) menghasilkan kurang lebih 2 kwintal. Untuk harga satu kilogram tembakau kering dijual dengan harga Rp 24 ribu. Sedang untuk tembakau kualitas sedang seharga Rp 26 ribu dan tembakau kualitas baik dijual Rp 26 ribu.

Tembakau yang sudah kering dapat dihasilkan dari beberapa proses, yakni pemetikan; dibungkus menggunakan plastik kurang lebih dua hari; baru dipotong halus; dan terakhir dijemur selama 3 hari.

“Ya, meski hasil panen turun, petani tembakau tidak terlalu merugi, hanya keuntungannya yang berkurang,” tandasnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar