Hasil Panen Padi Gunungkidul Meningkat 4 Persen

oleh -
Panen Raya Padi . Foto : Juju
iklan dispar
Panen Raya Padi . Foto : Juju
Panen Raya Padi . Foto : Juju

WONOSARI,(KH)— Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul Azman Latif mengungkapkan dalam beberapa kunjungan kerja ke sejumlah desa di Gunungkidul menyebutkan hasil panen padi mengalami kenaikan sekitar 4 persen.

Hal ini diungkapkan mantan Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Ketahanan Pangan (BP2KB) tersebut saat mengikuti panen raya di Desa Wareng dan Desa Pulutan Kecamatan Wonosari, Kamis (12/3/2015). Data tersebut didapat dari hasil pengubinan yang dilakukan petani dan penyuluh pertanian pada hasil padi.

“Estimasi hasil panen padi tahun ini naik sekitar 4 persen,”katanya saat meninjau panen raya bersama Bupati Gunungkidul Badingah, Danramil Wonosari Kapten Infantri Slamet, Camat Wonosari Iswandoyo, dan sejumlah perangkat desa setempat, Kamis pagi.

Dia menjelaskan, tanaman padi yang ditanam di lahan kering untuk tahun ini menghasilkan 6,5 ton per hektar, sedangkan untuk tanaman padi yang ditanam pada lahan basah atau area persawahan mampu menghasilkan gabah 9,5 ton per hektarnya.” Estimasi sementara peningkatan sekitar 4 persen,”paparnya.

Terjadinya peningkatan hasil produksi padi ini lanjut Azman merupakan tanda-tanda yang baik dalam pencapaian swasembada pangan nasional. Perubahan iklim yang terjadi justru berkontribusi positif terhadap usaha budidaya tanam padi.

Pernyataan Kepala Dinas TPH ini dibenarkan oleh Sampan, Ketua Kelompok Tani Sido Maju, Glodokan, Pulutan, Wonosari. Produksi gabah petani di wilayahnya semua meningkat. Hal tersebut dikatakan berdasarkan hasil evaluasi bersama 43 anggota kelompok Tani Sido Maju.

“Dari hasil evaluasi, panen tahun ini memang meningkat. Semua hasil panen anggota kelompok bagus meski kita tidak mendapat subsidi benih dari pemerintah,”terang Sampan.

Sampan mengungkapkan, sebagian besar anggota kelompok menanam padi jenis Ciherang. Gabah yang dihasilkan rencananya tidak akan langsung dijual melainkan akan disimpan untuk persediaan bahan pangan.

Sementara Bupati Gunungkidul Badingah mengungkapkan, MOU antara pemerintah dengan Kodim diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian. Babinsa yang bertugas mendampingi petani dimasing-masing desa diharapkan dapat menjadi motivator oleh petani.

“Dengan pendampingan TNI, harapannya produksi meningkat, kualitas juga meningkat ,saya berpesan kepada petani ada masalah apa saja tentang pertanian segera dikonsultasikan dengan Babinsa maupun penyuluh,”kata Badingah.

Data yang tercatat di Dinas TPH Gunungkidul untuk Tahun 2012 dengan luasan lahan tanaman padi  56.414 hektare menghasilkan gabah 291.695 ton. Untuk Tahun 2013 luasan lahan  58.924 hektar hasil 289.520 ton gabah sedangkan Tahun 2014 luasan lahan 57.2011 hektare  hasil 289.787 ton gabah.(Juju)

Komentar

Komentar