Hasil Kajian: Tanggal dan Tahun Hari Jadi Gunungkidul dapat Berubah

oleh -
Hari jadi
Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke- 192 di alun-alun Wonosari, Jumat, (27/5/2023).

GUNUNGKIDUL, (KH),— Selama ini Kabupaten Gunungkidul memperingati Hari Jadi tiap tanggal 27 Mei. Adapun tahun lahirnya pada 1831 M. Tanggal dan tahun lahir Gunungkidul tersebut berpotensi berubah berdasar hasil kajian yang dilalukan belakangan ini.

Tanggal dan tahun lahirnya Gunungkidul yang baru tersebut ditemukan oleh tim peneliti yang dimotori Dinas Kebudayaan Gunungkidul.

Usai upacara peringatan Hari Jadi pada Jumat, (27/5/2023) lalu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengutarakan, sejarah yang diambil dari banyak sumber literasi, maka akan semakin mendekati kebenaran. Tak terkecuali terkait sejarah lahirnya Gunungkidul.

“Sudah ada gambaran dari tim peneliti. Hasil penelitian ilmiah yang dilakukan hampir dua tahun menemukan waktu lahir Kabupaten Gunungkidul yang berbeda dengan yang sekarang,” ungkap Sunaryanta.

Adapun tanggal yang ditemukan yakni 4 Oktober 1830.

Akan tetapi, sambungnya, terkait penetapan masih butuh proses panjang. Perlu sosialisasi dan masukan masyarakat serta diskusi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY.

Dia pun tak menampik, pro kontra kemungkinan besar ada. Namun, akan ada diskusi sekaligus penyampaian dasar-dasarnya.

Hari jadi
Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke- 192 di alun-alun Pemkab Gunungkidul, Jumat, (27/5/2023)

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara secara terpisah membenarkan, bahwa tim yang melakukan kajian menemukan tanggal dan tahun baru mengenai lahirnya Kabupaten Gunungkidul.

“Kajian ini tujuannya dalam rangka penyempurnaan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul. Disempurnakan dengan dasar literasi yang ada,” kata Agus Mantara.

Dia memegaskan, hasil kajiannya memang berbeda antara kajian tahun 1985 dengan kajaian tim yang sekarang. Sementara ini telah ditemukan bahwa pada tanggal 4 Oktober 1830 merupakan hari lahir Gunungkidul.

Hasil tersebut, lanjut Agus masih harus disampaikan kepada masyarakat dan tokoh. Pada saat yang sama semua boleh menyampaikan pendapat berbasis data untuk melengkapi kajian itu.

“Tim telah bekerja sejak 2 tahun yang lalu. Tentu selama ini juga membuka ruang seluas-luasnya¬†kepada masyarakat demi penyempurnaan kajian ini,” tukasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar